Breaking News:

Sri Sultan Hamengku Buwono X Pertimbangkan Beban Pelayanan Rumah Sakit di Perbatasan DIY-Jateng

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mempertimbangkan opsi berbagi beban pelayanan untuk rumah sakit

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X ungkap wacana lockdown, Jumat (18/6/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mempertimbangkan opsi berbagi beban pelayanan untuk rumah sakit yang berada di perbatasan DIY-Jawa Tengah (Jateng).

Sebagaimana diketahui DIY memiliki wilayah perbatasan antara Wonosari dengan Kabupaten Wonogiri yang berada di Jateng.

"Bisa saja tapi perlu dipertimbangkan, Yogya juga naik. Tidak hanya Jawa Tengah yang naik. Jakarta naik, Bandung naik, Jawa Timur naik semua," kata Sri Sultan di Kepatihan, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Lonjakan Kasus COVID-19 Gunungkidul: Kapasitas Bed Menipis, RSUD Wonosari Kekurangan Tenaga Medis

Baca juga: BREAKING NEWS: Klaster Ziarah Muncul di Margoagung Seyegan Sleman, 40 Warga Positif Covid-19

Menurut Ngarso Dalem, berbagi rumah sakit tidak masalah akan tetapi perlu dilakukan perhitungan.

"Nanti kami dipenuhi dari tempat lain, kami juga naik terus nanti ditaruh di mana," ujarnya.

Sultan menegaskan, Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 DIY sudah mencapai sekitar 75 persen.

Sementara BOR rumah sakit yang semestinya dianjurkan maksimal 36 persen.

"Sekarang 75 persen, dalam satu minggu 500 terus begini kan enggak mungkin," tegas ngarso dalem. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved