Lonjakan Kasus COVID-19 Gunungkidul: Kapasitas Bed Menipis, RSUD Wonosari Kekurangan Tenaga Medis

Lonjakan kasus baru COVID-19 di Gunungkidul berdampak pada penggunaan tempat tidur (TT) pasien di rumah sakit rujukan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Petugas saat mengambil sampel swab warga di Kalurahan Bandung, Playen, Gunungkidul beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Lonjakan kasus baru COVID-19 di Gunungkidul berdampak pada penggunaan tempat tidur (TT) pasien di rumah sakit rujukan.

Salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari.

Direktur RSUD Wonosari Dr. Heru Sulistyowati mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah opsi untuk menambah TT bagi pasien COVID-19.

Baca juga: UPDATE Tol Yogyakarta-Solo, Rp78,7 Miliar Guyur Pemilik 116 Bidang Tanah di Kranggan Klaten

"Saat ini ada 44 TT, kalau penuh akan kami tambah 10 jadi 54 TT. Jika penuh lagi, kami manfaatkan ruang di lantai 2 Gedung IGD (Instalasi Gawat Darurat)," kata Heru pada wartawan, Jumat (18/06/2021).

Namun ia mengatakan penambahan itu harus diimbangi dengan penambahan tenaga. Sebab kemampuan RSUD Wonosari saat ini mulai terbatas.

Saat ini, Heru mengatakan kekurangan itu masih bisa diatasi dengan mengambil tenaga dari unit lain. Termasuk tenaga dari bangsal perawatan yang dianggap memenuhi syarat sebagai petugas medis COVID-19.

"Tenaga dari bangsal memungkinkan selama penanganan di bangsal itu tak terganggu," katanya.

Tak hanya tenaga, pihaknya juga membutuhkan tambahan fasilitas berupa alat-alat jika menggunakan lantai 2 IGD. Pasalnya, diperlukan fasilitas yang berbeda untuk penanganan pasien COVID-19.

Ia mengaku sudah membuka rekrutmen relawan. Namun peminatnya minim, sebab ia menduga banyak yang enggan untuk menangani pasien COVID-19.

Baca juga: Sebaiknya Hati-hati Jika Mimpi Naik Kuda Besar, Ini Artinya

"Kalau memaksakan tenaga yang ada, kami juga tidak berani, karena nanti bisa jatuh sakit," ujar Heru.

Menurutnya, sudah sekitar dua pekan ini TT di Ruang ICU penuh pasien. Pasalnya, banyak di antara mereka yang kondisinya kritis sehingga memerlukan perawatan yang lebih intensif.

Heru mengatakan Ruang ICU memiliki kapasitas 4 TT. Lainnya sebanyak 37 TT merupakan ruang isolasi, serta 3 TT bagi ibu bersalin yang berstatus konfirmasi positif dan suspek.

"Sampai kemarin tersisa 3 TT kosong, yaitu 1 untuk konfirmasi positif dan 2 untuk suspek," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan total terdapat 93 TT yang tersebar di RSUD Wonosari, RSUD Saptosari, dan RS Swasta. Terdapat 71 TT yang sudah terpakai sampai kemarin.

Ia mengatakan akan bertemu dengan seluruh pengelola RS swasta. Adapun pertemuan terkait dengan penambahan kapasitas TT di tiap RS tersebut.

"Kemarin dari Dinkes DIY menganjurkan kapasitas ditambah 30 persen dari yang ada di setiap faskes (fasilitas kesehatan)," kata Dewi. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved