Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka Ditunda Karena Lonjakan Covid-19, Ini Penjelasan Mendikbud Ristek

Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, menyebut pelaksanaan PTM memang bisa saja ditunda jika Pemda setempat menjalankan PPKM

Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Siswa-siswi SMKN 1 Depok Sleman saat uji coba pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (19/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM - Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang sedianya akan mulai dilaksanakan pada Juli 2021 mendatang bisa saja tertunda.

Pasalnya, kasus Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia menunjukkan adanya lonjakan yang signifikan.

Satu di antaranya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dimana Pemda DIY menuturkan bakal menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Penundaan PTM tersebut berlaku untuk seluruh tingkat pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), menengah (SMP, SMA/SMK) hingga jenjang perguruan tinggi.

Baca juga: Ditunda karena Kasus COVID-19 Meroket, Sekolah DI Yogyakarta Tetap Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: BREAKING NEWS: Cari Kayu di Pantai Samas Bantul, Warga Malah Temukan Mayat Tanpa Identitas

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim, menyebut pelaksanaan PTM memang bisa saja ditunda.

Jika pemerintah daerah (Pemda) menjalankan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), maka pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akan ditunda.

"Pengecualiannya adalah jika Pemda setempat memberlakukan PPKM, maka PTM terbatas ditunda," kata dia dalam siaran persnya, Jumat (18/6/2021).

Dia mengaku, ketika Kemendikbud Ristek melakukan survei terkait mengapa sekolah belum menjalankan PTM terbatas, sebanyak 60-70 persen menjawab, karena tidak diperbolehkan oleh Pemda dan Satgas Covid-19 setempat.

"Padahal seluruh kriteria sudah terpenuhi oleh sekolah," jelas dia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim (dok.tribunnews.com)

Nadiem sekali lagi menegaskan, semua sekolah di Indonesia yang ingin menyelenggarakan PTM terbatas, diperbolehkan asalkan mengikuti protokol kesehatan dan memenuhi daftar periksa.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved