Breaking News:

Headline

275 Warga Binaan dan Petugas di Lapas Narkotika Pakem Terpapar Covid-19

Sebanyak 275 warga binaan dan petugas di Lapas Narkotika kelas II A Yogyakarta di Pakembinangun, Pakem, Kabupaten Sleman terpapar Covid-19.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
Dok. Tribun Jogja
ILUSTRASI suasana Lapas Narkotika Pakem, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 275 warga binaan dan petugas di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas II A Yogyakarta di Pakembinangun, Pakem, Kabupaten Sleman terpapar Covid-19. Kasus awal diketahui ada empat orang positif, lalu dengan cepat berkembang.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menyampaikan, penularan di Lapas Narkotika Pakem ini bermula ketika salah satu sipir mengalami anosmia atau kehilangan kemampuan indera penciuman. Petugas tersebut lalu memeriksakan diri secara mandiri dan diketahui positif pada 6 Juni.

Proses tracing terhadap sipir lainnya lalu dilakukan, dan hasilnya positif. "Kasus pertama, awalnya ada empat orang," jelas dia, Senin (14/6/2021).

Sipir yang dinyatakan positif diketahui sering melakukan kontak dengan warga binaan dalam tugasnya, baik mengarahkan untuk makan, tidur, maupun berolahraga. Pada saat yang bersamaan, sejumlah warga binaan mengalami gejala demam.

Sebanyak 15 warga binaan kemudian diperiksa dan 11 orang di antaranya positif.  Pola penularan di dalam lapas menurut Joko belum jelas, sehingga pada Kamis (10/6/2021) dilangsungkan swab massal, menyasar 400 warga binaan, namun hanya 350 orang yang datang.

Sesuai hasil swab massal tersebut, didapati 13 karyawan lapas dan 112 warga binaan positif. Selang sehari berikutnya, 40 sampel yang diperiksa di laboratorium RSUP Sardjito juga dinyatakan positif, sehingga saat itu ada 165 orang positif.

Lalu, Minggu (13/6/2021), jumlahnya bertambah 110 sehingga totalnya 275 orang positif. Joko mengatakan pihaknya sudah mengusulkan kepada Kepala Lapas Narkotika Pakem agar warga binaan yang positif tetap diisolasi di dalam lapas.

Saat ini, sudah ada dua blok di dalam lapas yang dimanfaatkan sebagai ruang isolasi. Sementara, tiga blok lainnya digunakan untuk karantina warga binaan yang hasil swab-nya negatif.

“Penanganan dilakukan Puskesmas Pakem bekerja sama dengan klinik dan dokter penanggung jawab dalam lapas,” kata Joko.

Cepat
Laju penularan di dalam Lapas Narkotika Pakem terbilang cukup cepat. Sebab, kata Joko, interaksi penghuni lapas cukup tinggi dan sering berkerumun, terutama saat jam makan siang maupun waktu berolahraga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved