Berburu Rilisan Album Fisik yang Mulai Langka di Jogja Record Store Day

Terdapat beragam benda yang dijual dalam perhelatan ini. Seperti album dalam format cakram padat atau compact disk (CD), kaset, merchandise grup musik

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Suasana perhelatan Jogja Record Store Club di Balakosa Coffee & Co, Minggu (13/6/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keberadaan rilisan album fisik rupanya belum tergerus oleh zaman.

Buktinya rilisan fisik dengan berbagai wujud masih diburu orang di era digital seperti saat ini.

Hal itu terlihat pada perhelatan Jogja Record Store Day (JRSD) yang digelar di Balakosa Coffee & Co, Nologaten, Depok, Sleman, DI Yogyakarta sepanjang tanggal 11-13 Juni 2021.

Terdapat beragam benda yang dijual dalam perhelatan ini. Seperti album dalam format cakram padat atau compact disk (CD), kaset, merchandise grup musik, pemutar kaset, dan piringan hitam.  

Harganya beragam. Namun untuk benda-benda rilisan fisik yang tergolong langka nilainya bisa menembus ratusan ribu rupiah. 

Misalnya adalah CD album Cermin yang digarap oleh grup musik rock tahun 1970-an God Bless.  

Baca juga: Pendapat Polisi Soal Kemunculan Komunitas Jawil Jundil di Sleman

Ada pula rilisan-rilisan fisik dari grup-grup musik lokal. Mayoritas dinaungi label rekaman independen. Per keping CD rata-rata dipatok seharga Rp 35-60 ribu.

Untuk diketahui, bazar ini sejatinya digelar untuk memperingati perayaan Record Store Day yang biasanya jatuh pada bulan April.

Momen tahunan yang diresmikan pada tahun 2007 lalu, digelar untuk merayakan rilisan fisik karya musik.   

Gerakan tersebut mulanya berawal dari toko-toko musik yang ada di Amerika. Kini telah diperingati secara global termasuk Indonesia.

"Jadi semacam perayaan global. Kita datang ke toko rilisan fisik lagi ya kemudian membeli entah itu kaset, vinyl, atau, piringan hitam," terang anggota Jogja Record Store Club (JRSC), Didit Feri Nugroho kepada Tribun Jogja, Minggu (13/6/2021).

Cara untuk merayakan Record Store Day pun berbeda-beda. Selain datang langsung toko rilisan fisik, komunitas JRSC yang beranggotakan pelapak rilisan fisik di Yogya memutuskan untuk membuat sebuah bazar. 

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan penggemar, musisi, penjual rilisan fisik, hingga label rekaman independen yang ada di DI Yogyakarta.

Ada 40 tenant yang turut meramaikan JRSD kali ini. Terdiri dari toko rilisan fisik beserta label rekaman independen. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved