Breaking News:

Melaporkan WNA yang Menginap di DI Yogyakarta, Kini Cukup dengan Scan QR Code

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menggelar sosialisasi APOA (Aplikasi Pendataan Orang Asing) berbasis QR Code, Kamis (10/6/2021).

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Santo Ari
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menggelar sosialisasi APOA (Aplikasi Pendataan Orang Asing) berbasis QR Code, ke tamu undangan yang berasal dari hotel dan penginapan, Kamis (10/6/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menggelar sosialisasi APOA (Aplikasi Pendataan Orang Asing) berbasis QR Code, Kamis (10/6/2021).

Melalui aplikasi ini, hotel dan penginapan akan lebih mudah dalam melaporan keberadaan orang asing yang berada di DIY.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Andry Indrady mengatakan sistem pelaporan APOA berbasis QR Code ini sudah diterapkan dan berlaku secara nasional.

Baca juga: Puluhan Pelajar SMP Gunungkidul Putus Sekolah di Tahun Ajaran 2019/2020

Sistem ini membantu dan mempermudah pelaku usaha hotel dan penginapan untuk melaporkan keberadaan orang asing yang menginap di tempatnya.

Jika dulu, petugas hotel melakan input data berbasis web, maka saat ini proses tersebut akan jauh lebih mudah. Pihak hotel cukup melakukan scan barcode yang sudah ada di pasport yang di bawa oleh orang asing tersebut.  

"Dulu kan hanya menggunakan cap (di pasport), sekarang cap itu diubah dengan stiker yang ada QR code. Itu yang akan di-scan oleh hotel. Ada QR COde yang sudah ditempelkan oleh petugas di bandara, ketika saat mereka (WNA) tiba di Indonesia," ujarnya .

Ketika petugas melakukan scan, maka otomatis data orang asing tersebut akan langsung terdeteksi di sistem. Petugas hotel atau penginapan tidak perlu lagi input data secara manual.

Dan dengan teknologi baru ini maka input data akan lebih cepat, efisian dan akurat.

Petugas hotel atau penginapan cukup download aplikasi ini di playstore. Pihak hotel pun akan mendapatkan kode akses oleh Imigrasi agar bisa masuk ke aplikasi tersebut.

Ke depan, sistem ini tak hanya dilakukan oleh hotel saja. Ia menyebutkan, home stay, losmen dan kos-kosan juga diwajibkan untuk melaporkan keberadaan orang asing yang menginap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved