Breaking News:

Melaporkan WNA yang Menginap di DI Yogyakarta, Kini Cukup dengan Scan QR Code

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menggelar sosialisasi APOA (Aplikasi Pendataan Orang Asing) berbasis QR Code, Kamis (10/6/2021).

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Santo Ari
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta menggelar sosialisasi APOA (Aplikasi Pendataan Orang Asing) berbasis QR Code, ke tamu undangan yang berasal dari hotel dan penginapan, Kamis (10/6/2021) 

"Ke depan akan ada perluasan kewajiban pelaporan. Sepanjang ada orang asing yang menginap harus dilaporkan dalam aplikasi APOA," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta, Yayan Indriana mengatakan pelaporan orang asing berbasis QR Code mempermudah pendataan tidak hanya kepada pemerintah tetapi juga pemilik penginapan.

"Ini merupakan terobosan baru bagaimana pergerakan orang asing itu mudah terdeteksi," katanya.

Dengan adanya sistem ini maka, pergerakan orang asing akan lebih terpantau secara cepat dan valid. Sistem ini pun akan berguna jika suatu saat ada orang asing yang melakukan tindak kejahatan di Indonesia. Mereka akan lebih mudah terlacak keberadaannya.

Baca juga: ASITA DIY Akan Gelar Dua Acara Besar untuk Mengembangkan Industri Pariwisata di DI Yogyakarta

Mengingat betapa pentingnya melakukan pendataan keberadaan orang asing di Indonesia, ia pun menyatakan bahwa seluruh pengelola hotel dan penginapan wajib memberikan laporannya. Jika tidak melakukan pelaporan, maka akan ada sanksi yang diberikan sesuai dengan Undang-Undang Keimigrasian.

"Ada pasalnya, ada sanksi hukumnya bagi penginapan yang diminta data orang asing tetapi tidak melakukannya. Kami akan tegas dan akan terus memberikan sosialisasi untuk menegakkan aturan ini," katanya.

Maka dari itu APOA ini merupakan sebuah jawaban agar semua pihak dapat lebih berpartisipasi aktif, dan lebih mudah dalam entri data ketika ada orang asing yang menginap.

"Jangan lihat orang asing dari sisi bisnis saja, tapi ada kewajiban moral yang harus kita lakukan. Kita bisa menyelamatkan negara dari tindakan yang tidak diinginkan," tandasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved