Breaking News:

Kabupaten Bantul

FPRB Bantul Minta Kasus Pemakaman Jenazah COVID-19 Tanpa Prokes Tetap Berlanjut

Proses hukum harus tetap dilalui, maka pemanggilan terhadap provokator di Lopati tetap harus dipanggil. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul berharap kasus pemakaman jenazah COVID-19 tanpa protokol kesehatan di Padukuhan Lopati, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan tetap ditindaklanjuti.

Bahkan ia berharap ada upaya paksa dari Satgas COVID-19 Kabupaten Bantul agar kasus tersebut terus berjalan. 

Ketua FPRB Kabupaten Bantul, Waljito mengatakan pihaknya tidak fokus pada masalah hasil swab warga Lopati yang melakukan pemakaman.

Yang menjadi titik beratnya adalah narasi penolakan pemakaman jenazah COVID-19 dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Turut Memakamkan Jenazah COVID-19 Tanpa Protokol, 20 Warga Lopati Srandakan Bantul Jalani Swab PCR

"Meskipun negatif semua, tetap harus ada penindakan. Kalau negatif semua kemudian narasi hukum lemah, tidak begitu. Karena kontra dengan satgas COVID-19. Kami mendesak satgas COVID-19 jajaran tingkatan, kalau kapanewon tidak bisa, ya kabupaten. Harus ada upaya paksa,"katanya, Kamis (10/06/2021).

Jika tidak ditindaklanjuti, lanjut dia, akan ada dampak buruk pada penanganan COVID-19 di Kabupaten Bantul.

Apalagi posisi FPRB sebagai punggawa yang bergerak pada bidang pengurangan resiko penularan. 

Menurut dia, proses hukum harus tetap dilalui, maka pemanggilan terhadap provokator di Lopati tetap harus dipanggil. 

"Tetapi harus ada proses yang dilalui, supaya bisa menjadi pembelajaran,"lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved