Breaking News:

Turut Memakamkan Jenazah COVID-19 Tanpa Protokol, 20 Warga Lopati Srandakan Bantul Jalani Swab PCR

20 warga Padukuhan Lopati, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan mengikuti swab PCR di Puskemas Srandakan. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
https://asset.kompas.com/crops/a4nRhAABgd0pyGDe5TDDwPIN0c8=/43x9:1000x647/750x500/data/photo/2020/05/12/5eba4ead5ed96.jpg
Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak 20 warga Padukuhan Lopati, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan mengikuti swab PCR di Puskemas Srandakan. 

Warga yang terdiri dari RT 92 dan RT 93 tersebut menjalani swab PCR karena berkaitan dengan kasus pemakaman jenazah COVID-19 tanpa protokol kesehatan (prokes). 

Ketua RT 92, Kuswanto, mengatakan total ada 26 warga yang sudah menjalani swab PCR.

Ada enam warga yang telah menjalani swab PCR lebih dulu. Hasilnya enam warga tersebut negatif. 

"Jadi kemarin infonya hanya enam, maka hanya enam. Tetapi kemudian diminta 20 ya kami langsung berangkat. Hari ini ada 20 warga yang ikut swab PCR,"katanya, Selasa (08/01/2021).

Baca juga: Seorang Pasien Positif COVID-19 di Bantul Kabur dari Shelter

Baca juga: Dampak Klaster Paduan Suara, Aktivitas Gereja di Jetis Bantul Dihentikan Sementara

Ia membantah warga Lopati enggan mengikuti aturan swab PCR. Menurut dia, sempat terjadi kesalahpahaman.

Ia dan warganya pun sepakat mengikuti apa yang menjadi ketentuan tracing. 

"Kami akan mematuhi, karena kemarin ada kesalahpahaman. Kemarin langsung kami umumkan dan hasilnya 20 orang hadir. Untuk hasilnya masih menunggu sekitar dua atau tiga hari lagi,"lanjutannya.

Antusiasme warga Lopati tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Joko B Purnomo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved