Breaking News:

Mulai Digunakan di Sleman, Vaksin AstraZeneca Disebut Miliki Prosentase KIPI Lebih Besar 

Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi ribuan pedagang pasar. Target sasarannya, sekitar 10 ribu orang.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Petugas medis sedang bersiap untuk mengambil vaksin AstraZeneca saat vaksinasi massal di GOR Sleman, Rabu (9/6/2021) 

Baginya, kejadian itu dinilai masih aman.

"Lama (KIPI) biasanya 2-3 hari," kata Novita.

Diketahui, ribuan pedagang pasar di Kabupaten Sleman menjalani vaksinasi massal dosis pertama di Gedung Olahraga (GOR), Tridadi, Kabupaten Sleman.

Vaksinasi massal menyasar untuk dua ribu pedagang dan dilaksanakan selama dua hari. Rencananya kegiatan serupa juga akan dilakukan serentak di 11 lokasi lainnya, selama bulan Juni.

Sehingga diharapkan lebih cepat menjangkau kepada semua pedagang pasar. 

"Target sasaran kita bulan Juni ini untuk 10 ribu pedagang pasar," kata Novita. 

Vaksinasi massal untuk pedagang pasar Sleman 1 dan 2, maupun pasar Denggung itu mulai menggunakan AstraZeneca. Hal ini berbeda dibanding dua pasar sebelumnya, yaitu pasar Gentan dan Sambilegi yang memakai Sinovac. 

Vaksin AstraZeneca, menurut Novita aman digunakan untuk usia di atas 18 tahun. Hanya memang kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) lebih sedikit kasusnya pada usia diatas 50 tahun.

Ia mengungkapkan, vaksin AstraZeneca dan Sinovac sama-sama halal dan aman digunakan. Perbedaan ada di bahan baku pembuatan. 

Vaksin Sinovac dibuat dengan melibatkan semua komponen Virus. Sedangkan AstraZeneca dibuat menggunakan inti bagian virus.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved