Mulai Digunakan di Sleman, Vaksin AstraZeneca Disebut Miliki Prosentase KIPI Lebih Besar
Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi ribuan pedagang pasar. Target sasarannya, sekitar 10 ribu orang.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi ribuan pedagang pasar.
Target sasarannya, sekitar 10 ribu orang. Vaksin dari perusahaan farmasi asal Inggris ini sejauh ini dinilai aman. Tidak jauh berbeda dengan jenis Sinovac.
Namun, berdasarkan pengalaman, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dianggap memiliki prosentase lebih besar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan, vaksin Sinovac maupun AstraZeneca sama-sama halal. Tingkat keamanannya juga sama.
Namun, dari segi jumlah, KIPI yang dialami setelah disuntik vaksin AstraZeneca lebih besar dibanding Sinovac.
Berdasarkan pengalaman, prosentasenya mencapai 10-15 persen. Kejadian ikutan yang dialami contohnya seperti panas, pusing, mual hingga diare.
Baca juga: UGM Jadi Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2022, Peringkat 250-an Sedunia
"Tapi itu masih bisa ditangani tenaga kesehatan," kata dia, ditemui saat kegiatan vaksinasi massal bagi pedagang pasar di GOR Sleman, Rabu (9/6/2021).
Novita mengatakan, kejadian ikutan biasanya tidak langsung dirasakan dalam kurun 15-30 menit pertama setelah disuntik vaksin.
KIPI yang langsung dirasakan, kata dia, jumlahnya relatif sedikit. Ia menganalogikan, dari seribu orang yang disuntik, hanya sekitar 5 orang yang langsung merasakan KIPI.
Selebihnya, pasien merasakan kejadian ikutan paling banyak setelah berada dirumah. Mereka merasakan badan panas, kepala pusing, perut mual hingga diare.
Baginya, kejadian itu dinilai masih aman.
"Lama (KIPI) biasanya 2-3 hari," kata Novita.
Diketahui, ribuan pedagang pasar di Kabupaten Sleman menjalani vaksinasi massal dosis pertama di Gedung Olahraga (GOR), Tridadi, Kabupaten Sleman.
Vaksinasi massal menyasar untuk dua ribu pedagang dan dilaksanakan selama dua hari. Rencananya kegiatan serupa juga akan dilakukan serentak di 11 lokasi lainnya, selama bulan Juni.
Sehingga diharapkan lebih cepat menjangkau kepada semua pedagang pasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/petugas-medis-sedang-bersiap-untuk-mengambil-vaksin-astrazeneca.jpg)