Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Pemda DIY Rancang Program Work From Jogja
DI Yogyakarta bakal merealisasikan program Work From Jogja seperti halnya Bali. Langkah ini digadang-gadang dapat membantu upaya pemulihan
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
"Karenanya perlu mendapatkan perhatian dari goverment, pebisnis dan lain untuk kita dorong meeting exhibition di Yogya," imbuhnya.
Kepala Kanwil Bank Indonesia Yogyakarta, Miyono, mengungkapkan jika ekonomi di DIY sangat bergantung pada sektor pariwisata dan pendidikan.
Namun pertumbuhan kedua sektor tersebut kini cukup terhambat karakternya bersifat menimbulkan kerumunan.
“Ekonomi DIY itu adalah crowd economy, jadi memang sangat bergantung pada kerumunan,” tukasnya.
Menurutnya, reaktivasi pada kedua sektor tersebut akan membawa dampak positif terhadap pemulihan ekonomi DIY.
Jika sinergi antara kedua sektor tercipta, persentase pertumbuhan ekonomi dapat meningkat signifikan
Baca juga: UGM Jadi Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2022, Peringkat 250-an Sedunia
Miyono merinci, kontribusi sektor pertumbuhan ekonomi DIY diproyeksikan dapat mencapai 64,6% di tahun ini. Pariwisata Langsung sebanyak 10.4%, Pendidikan Langsung sebanyak 8,1%, serta Pendukung Pariwisata dan Pendidikan dapat mencapai 46,1%.
Adapun kontribusi wisatawan dan mahasiswa terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pun juga tergolong besar.
“Untuk wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, dapat menyumbang hingga Rp. 20 triliun, jumlah ini adalah 14,1% dari PDRB DIY. Sementara mahasiswa, menyumbang 14,7% dari PDRB DIY, berdasar data tahun 2019,” urainya.
Miyono menerangkan, meskipun pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan pertama mencapai 6,21% dan terbaik se-Jawa, pada triwulan kedua ataupun selanjutnya, pertumbuhan ekonomi DIY diharapkan dapat mencapai lebih dari 7%. (tro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/diskusi-percepatan-perekonomian-diy-di-hotel-harper-rabu-962021.jpg)