Breaking News:

Parkir Nuthuk di Jalan KH Ahmad Dahlan, Dishub Kota Yogyakarta Serahkan Proses Hukum pada Kepolisian

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyerahkan proses penindakan jukir liar yang kedapatan 'nuthuk' di Jalan KH Ahmad Dahlan kepada pihak kepolisian

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Info Cegatan Jogja
Wisatawan dipatok tarif parkir mahal di Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyerahkan proses penindakan jukir liar yang kedapatan 'nuthuk' di Jalan KH Ahmad Dahlan kepada pihak kepolisian.

Kedua belah pihak pun sudah mendatangi lokasi kejadian, sesuai aduan warga, Senin (31/5/2021) malam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arief Nugroho menyampaikan, oknum yang mematok tarif parkir di atas batas kewajaran itu sudah ketemu.

Baca juga: VIRAL, Diduga di Klaten, Seorang Pemuda Bonceng Motor Sambil Bugil Keliling Jalanan

Namun, mengenai proses hukum, pihaknya masih berkoordinasi dengan Satuan Reskrim Polresta Yogyakarta.

"Sudah ketemu (oknumnya) tadi malam. Sebenarnya, ya itu langsung kita cari, cuma kan informasinya di mana, kadang tidak jelas. Di sebelah barat BNI, lha itu panjang. Makanya, perlu disanggongi," katanya, Selasa (1/6/2021).

"Nah, ternyata saat petugas datang, mereka gunakan lahan itu untuk parkir, seharusnya kan tidak boleh untuk parkir, ya, di lokasi yang dekat traffic light," lanjut Agus.

Karena itu, pihaknya pun tidak bisa mengambil tindakan apapun, lantaran aktivitas parkir yang berada di sekitaran Gedung Agung tersebut berstatus ilegal.

Sehingga, domain dari penindakannya ada di kepolisian. Sejauh ini, antara Dishub dan Satreskrim masih berkoordinasi.

"Karena itu tempatnya memang tidak diperkenankan buat parkir. Selama ini curi-curi, kucing-kucingan dengan petugas. Ilegal itu. Kami tidak bisa melakukan penyidikan. Kalau dia bersurat tugas, langsung kita cabut," katanya.

Baca juga: Cerita Wisatawan Asal Klaten yang Mengaku Dipaksa Sewa Jip Wisata ke Petilasan Mbah Maridjan

"Kami selalu koordinasi dengan kepolisian, kalau terjadi hal semacam ini. Kami tidak bisa menghukum, kecuali ada surat tugas, terus melanggar ketentuan, sanksinya peringatan, kemudian dicabut izinnya," imbuh Kadishub.

Ia pun mengakui, baik Dishub maupun kepolisian tidak bisa melakukan pengawasan secara non stop di lokasi yang rawan parkir liar, karena ada keterbatasan personil.

"Mereka kan ada mobil datang terus diabani, Dishub dan polisi kan tidak mungkin stay di satu titik dari sore sampai malam. Selama liburan, atau Sabtu Minggu kita patroli, tapi tidak bisa meng-cover total," ucapnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved