Pertolongan Pertama Jika Tersengat Ubur-ubur Pantai Selatan Yogyakarta
saat ini merupakan masa munculnya ubur-ubur ke permukaan air laut. Biasanya hewan laut ini muncul pada Juni-September,
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Iwan Al Khasni
Menurut Suris, pada periode itu bumi belahan selatan mengalami musim dingin yang menyebabkan suhu laut turun.
Ubur-ubur pun lantas berenang ke permukaan untuk mencari lokasi yang lebih hangat.
"Biasanya hewan ini akan terbawa ombak dan terdampar di tepi pantai," jelasnya.
Adapun ubur-ubur berwarna transparan dengan tentakel kebiruan yang beracun.
Jika tersengat, bisa menyebabkan rasa gatal dan panas pada kulit. Bahkan bisa menyebabkan sesak napas.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono pun mengimbau wisatawan lebih waspada saat bermain air.
Termasuk jeli memperhatikan keberadaan ubur-ubur tersebut.
"Disarankan untuk menggunakan alas kaki saat di pasir dan di batu karang, guna meminimalisir potensi sengatan ubur-ubur," katanya.
Menurut Marjono, jika tersengat segera dibasuh dengan air laut, air hangat, atau cairan alkohol.
Sebab cara itu mampu meredakan rasa gatal dan panas pada kulit.
Pihaknya pun sudah menyiapkan petugas di pos tiap pantai lingkup SAR Satlinmas Wilayah II.
Termasuk berkoordinasi dengan tenaga medis dan puskesmas terdekat.
"Segera ke Posko SAR jika tersengat ubur-ubur, untuk mendapatkan pertolongan pertama," ujar Marjono. ( Tribunjogja.com )