Temui Pendekar Tapak Suci, DPD RI Sebut Peran Penting Pencak Silat dalam Memperteguh Ideologi Bangsa

Pencak silat, khususnya Tapak Suci, sebagai satu di antara budaya asli Indonesia, dapat mengambil peranan aktif dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Afnan Hadikusumo saat memberikan paparan dalam agenda sosialisasi empat pilar dengan audien para pendekar Tapak Suci Putra Muhammadiyah, di Kantor Perwakilan DPD RI Yogyakarta, Sabtu (22/5/21) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM - Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) DIY, Afnan Hadikusumo menyebut krusialnya peran budaya, dalam hal ini pencak silat, sebagai elemen memperteguh ideologi bangsa di tengah berbagai macam ancaman.

Paparan tersebut disampaikannya dalam agenda sosialisasi empat pilar dengan audien para pendekar Tapak Suci Putra Muhammadiyah, di Kantor Perwakilan DPD RI Yogyakarta, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Sabtu (22/5/2021) sore.

Ia mengatakan, pencak silat, khususnya Tapak Suci, sebagai satu di antara budaya asli Indonesia, dapat mengambil peranan aktif dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya,  itu telah terbukti dari sejarah berdirinya Tapak Suci.

Baca juga: Gelar Diskusi Mosi Integral Mohammad Natsir, DPD RI: Penyelamat NKRI yang Wajib Diteladani

"Kita bisa lihat, perjalanan sejarah Tapak Suci yang muncul diantaranya diilhami karena ideologi negara, atau Pancasila, kala itu terancam oleh ideologi komunis," tandasnya.

"Dengan pencak silat, kita bisa menjalin persatuan bangsa. Bukan malah mempertajam perbedaan, bahkan menjadikan perselisihan antar elemen bangsa ini," tambah Afan.

Dalam kegiatan yang digulirkan secara daring dan luring itu, ia menuturkan, secara keseluruhan pencak silat merupakan unsur kepribadian bangsa, yang muncul dari hasil budaya turun-menurun sejak era kolonial, atau penjajahan.

"Pencak silat sudah lama diperkenalkan di Indonesia. Kita bisa melihat, ketika penjajahan Belanda, pencak silat sudah ada dan digunakan untuk melawan penjajah," ujarnya.

Oleh karenanya, melihat sejarah perguruan pencak silat di tanah air yang sudah begitu panjang, ia berpendapat bahwa kecintaan dan perkuatan ideologi bangsa bisa berangkat dari sana. Sehingga, pencak silat harus senantiasa lestari.

Baca juga: DPD RI Sebut Pemanfaatan Energi Terbarukan di DI Yogyakarta Belum Optimal

"Peran para pendahulu kita sudah terbukti dan tak bisa kita sia-siakan, tanpa mewarisi semangat kebangsaan dan bela negara mereka ke dalam diri kita semua," ungkap Ketua Pimpinan Pusat Tapak Suci Putra Muhammadiyah itu.

"Pencak silat akan terus memupuk, sekaligus memunculkan generasi bangsa yang tangguh secara fisik dan mental, serta memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi, ya, untuk bersama mencapai cita-cita luhur bangsa ini," imbuh Afnan.

Sementara itu, sesepuh Muhammadiyah, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Tapak Suci periode 1995-2005, Muchlas Abror pun berharap, ilmu dari Tapak Suci, bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Tapak Suci itu, ya pencak silat, budaya Indonesia. Agama turut mengisi di sana, soal keimanan, akhlak dan sebagainya. Jadi, warga Tapak Suci harus bisa menjadi contoh di dalam kehidupan dan bermasyarakat," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved