Breaking News:

Epidemiolog UGM: Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Tingkatkan Tes Covid-19, Termasuk Kapasitas Lab

Provinsi DI Yogyakarta masih mencatatkan adanya 150 pasien Covid-19 setiap hari. Angka kematian akibat virus corona juga mencapai lebih dari 1.000

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Epidemiolog UGM Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Riris Andono Ahmad MPH PhD 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Provinsi DI Yogyakarta masih mencatatkan adanya 150 pasien Covid-19 setiap hari. Angka kematian akibat virus corona juga mencapai lebih dari 1.000 orang.

Ahli Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Riris Andono Ahmad MPH PhD berharap kapasitas testing dan laboratorium di DIY bisa ditingkatkan.

Namun, kondisi itu harus disesuaikan dengan situasi nyata di daerah.

Artinya, peningkatan kapasitas testing tidak dilakukan hanya dengan menambah jumlah warga yang dites.

Baca juga: Sudah Ada Rekomendasi, Dinkes Gunungkidul Pastikan Vaksin AstraZeneca Aman

Hal ini tetap harus menyesuaikan dengan kesiapan laboratorium dan sejumlah aspek lainnya.

“Kapasitas testing perlu ditingkatkan juga laboratoriumnya. Ini semua kan proses dari mencari orang yang dites, pengambilan sampel, pengiriman ke lab sampai uji coba di lab,” katanya, kamis (20/5/2021).

Dia menjelaskan di setiap proses itu pasti ada kendala yang ditemui. 

Misalnya, apakah orang yang menjadi sasaran tes mau dites, alat ambilnya ada atau tidak, hingga sampel ini bisa langsung dikirim atau tidak.

“Bisa juga, ketika sampel bisa dikirim, ternyata kapasitas labnya banyak tumpukan. Sama saja. Jadi harus lihat problemnya dulu,” tutur pria yang akrab disapa Donnie ini.

Ditanya mengenai gap angka penderita Covid-19 di Kabupaten/Kota dan Provinsi, Donnie menilai itu juga bisa menjadi masalah.

Baca juga: Diteriaki Klitih, Dua Pria di Sleman Dikeroyok, Satu Orang Tewas

Sebab, dalam pandemi seperti ini, pasti ada perekaman, pelaporan dan penanggulangan.

Sehingga, apabila ada gap angka penderita, bisa jadi ada yang salah dalam hal pelaporan.

“Tapi, itu bisa saja tidak masalah karena respons penanggulangan kan ada di kabupaten dan kota. Jika dari level ini sudah merespons dengan cepat dan baik, gap itu tidak jadi problem. Apabila tidak ya direspons ya jadi problem,” tandasnya. (ard)

Penulis: Ardhike Indah
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved