Kabupaten Gunungkidul
Dispar Gunungkidul Catat Kunjungan Wisata Non Pantai Minim Saat Lebaran
Angka kunjungan pantai di Gunungkidul mencapai 94.181 orang. Sangat berbeda jauh dengan angka kunjungan wisata ke destinasi lain.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul dikunjungi lebih dari 97 ribu wisatawan saat libur Lebaran lalu.
Meski demikian, persebaran angka kunjungan tersebut tak merata ke seluruh destinasi yang ada.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Harry Sukmono menyampaikan setidaknya hanya ada 3.064 pengunjung yang berwisata ke destinasi non-pantai.
"Sedangkan sebagian besar wisatawan memilih pantai sebagai tujuan utama liburan," kata Harry pada wartawan, Kamis (20/05/2021).
Baca juga: Dinas Kebudayaan Gunungkidul Nyatakan Kegiatan Seni Budaya Belum Bisa Digelar Terbuka
Merujuk pada data yang diberikan, angka kunjungan pantai di Gunungkidul mencapai 94.181 orang.
Sangat berbeda jauh dengan angka kunjungan wisata ke destinasi lain.
Harry menilai kondisi itu terjadi lantaran usaha baru terkait wisata lebih banyak berlokasi di kawasan pantai selatan.
Berbagai lokasi baru tersebut jadi magnet pengunjung selama libur Lebaran lalu.
"Sedangkan untuk destinasi non pantai sendiri masih ada beberapa yang belum beroperasi," jelasnya.
Ia mencontohkan Gunung Gentong dan Green Village di Kapanewon Gedangsari yang hingga saat ini belum beroperasi.
Baca juga: 57 Ribu Wisatawan Kunjungi Gunungkidul Selama Libur Lebaran 2021
Meski demikian, pihaknya sudah berupaya agar kunjungan wisata tak hanya terkonsentrasi di pantai.
Antara lain dengan meningkatkan publikasi keunikan sejumlah destinasi seperti Gunung Api Purba Nglanggeran dan Gua Pindul di Bejiharjo, Karangmojo.
Pengelola desa wisata pun diajak untuk melakukan sertifikasi.
"Infrastruktur jalan menuju destinasi wisata tersebut juga diperbaiki agar lebih mudah diakses," ujar Harry.
Terpisah, Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggeran Mursidi juga membenarkan perbedaan mencolok angka kunjungan tersebut.
Menurutnya, hal itu juga dipengaruhi segmentasi pasar.
Ia mengatakan Nglanggeran termasuk wisata minat khusus yang lebih diminati pengunjung asal luar kota.
Baca juga: Warga Pudak Patuk Unjuk Hasil Latihan Kesenian Jathilan ke Dinas Kebudayaan Gunungkidul
Sedangkan saat libur Lebaran lalu, kunjungan wisata hanya mengandalkan kunjungan warga lokal.
"Warga lokal sendiri lebih banyak memilih ke kawasan pantai saat liburan," kata Mursidi.
Menurutnya, saat ini Nglanggeran dikunjungi setidaknya 250 sampai 300 orang per hari.
Angka ini turun drastis dibanding masa pra pandemi, yang bisa mencapai 2 ribu kunjungan dalam sehari.
Meski begitu, Mursidi mengaku tetap bersyukur dengan adanya kunjungan tersebut.
Apalagi mengingat operasional wisata Nglanggeran sempat ditutup total di awal pandemi.
"Setidaknya saat ini masih ada pengunjung yang datang," ujarnya.( Tribunjogja.com )