Warga Pudak Patuk Unjuk Hasil Latihan Kesenian Jathilan ke Dinas Kebudayaan Gunungkidul

Warga Pedukuhan Pudak, Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Gunungkidul menggelar pentas seni Jathilan perdana pada Selasa (18/05/2021).

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Kesenian Jathilan yang ditampilkan oleh warga Pedukuhan Pudak, Kalurahan Terbah, Patuk, Gunungkidul pada Selasa (18/05/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Warga Pedukuhan Pudak, Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Gunungkidul menggelar pentas seni Jathilan perdana pada Selasa (18/05/2021).

Aksi itu pun mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul.

Wakil Ketua Paguyuban Jathilan Manunggal Roso Budoyo, Surono mengatakan pihaknya mencoba menghidupkan kembali tradisi budaya masyarakat setempat.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Bertahap di Kota Yogyakarta Dimulai 20 Mei 2021, Mobilitas Murid Didata

"Kami latihan setidaknya selama 5 bulan terakhir, yang mana pesertanya para remaja dan anak-anak sini," kata Surono.

Lantaran masih dalam suasana pandemi, panitia pun tetap melakukan pembatasan. Antara lain hanya menghadirkan warga setempat untuk menonton, termasuk mewajibkan mereka untuk menggunakan masker.

Menurut Surono, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kalurahan Terbah agar izin pentas diberikan. Tim kalurahan sendiri turut datang untuk memantau pelaksanaan pentas tersebut.

"Kalurahan sudah menyampaikan agar kegiatannya tetap berpedoman pada protokol kesehatan (prokes)," ujarnya.

Terpisah, Lurah Terbah Giyanto mengatakan pihaknya memang memberikan izin agar pentas tersebut bisa digelar. Kepala Disbud Gunungkidul Agus Kamtono sengaja diundang untuk menyaksikan langsung penampilan perdana tersebut.

Menurutnya, Kalurahan Terbah memiliki ciri khas tersendiri dalam seni budaya. Itu sebabnya, ia berharap tradisi warganya tersebut bisa dilirik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul hingga Pemda DIY.

"Harapannya kesenian di sini bisa dikembangkan lebih baik ke depan setelah diperhatikan Pemkab," kata Giyanto.

Baca juga: Pospay dari Pos Indonesia Mempermudah Masyarakat untuk Membayar Berbagai Tagihan

Agus Kamtono yang hadir dalam pentas perdana tersebut menyatakan warga setempat patut berbangga. Pasalnya Seni Jathilan bukan sekedar tradisi, melainkan sarat makna filosofis.

Ia pun berharap agar warga Pudak mempertahankan tradisi tersebut. Termasuk mengupayakan dukungan agar seni budaya itu bisa dikenal lebih luas lagi.

"Jathilan Manunggal Roso Budoyo ini potensial menjadi kesenian unggulan di Patuk," ujar Agus. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved