Pembelajaran Tatap Muka Bertahap di Kota Yogyakarta Dimulai 20 Mei 2021, Mobilitas Murid Didata

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal memulai lagi pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap pada tahun ajaran baru ini. Sesuai kewenangannya

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal memulai lagi pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap pada tahun ajaran baru ini. Sesuai kewenangannya, kegiatan belajar mengajar luring tersebut diselenggarakan untuk tingkat SD dan SMP di wilayahnya.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyampaikan, PTM pada tahun ajaran baru yang digulirkan per 20 Mei 2021 nanti, masih mencakup 10 sekolah.

Sekadar informasi, kesepuluh sekolah tersebut, sebelumnya telah menjalani uji coba pelaksanaan PTM sepanjang 28 April-7 Mei 2021 silam.

Baca juga: Pospay dari Pos Indonesia Mempermudah Masyarakat untuk Membayar Berbagai Tagihan

Adapun 10 sekolah itu masing-masing lima SD dan SMP. Meliputi SMP 1, SMP 8, SMP 15, SMP 9, serta SMP 7. Lalu, SD Margoyasan, SD Lempuyangwangi, SD Tegalrejo 1, SD Serayu, hingga SD Muhammadiyah Karangkajen.

"Rencananya demikian, di sekolah-sekolah yang sudah siap. Istilahnya, PTM bertahap. Rencananya, dimulai tanggal 20 nanti, tahun ajaran baru ini," terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori menandaskan, sampai sejauh ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Hanya saja, sebelum PTM resmi digulirkan, pihaknya pun telah melaksanakan beberapa persiapan khusus. Termasuk dengan menggelar skrining yang menyasar siswa-siswi SD dan SMP, terkait aktivitasnya selama libur lebaran kemarin, sebagai antisipasi sebaran virus corona.

"Pendataan, misalnya, pas liburan itu anak pergi kemana, keluar kota, keluar DIY, atau terima tamu dari luar DIY yang menginap di rumahnya. Kemudian, apakah pergi ke tempat wisata dan sebagainya itu," ungkap Budi.

"Apakah di daerahnya ada yang kena Covid-19, dalam radius tertentu dari rumahnya. Terus, kondisinya sekarang sehat atau tidak, anak dan keluarganya. Nah, sekarang baru dilakukan pendataan itu, ya," tambahnya.

Ia menjelaskan, proses tersebut, dilakukan masing-masing wali kelas lewat grup chat dengan aplikasi google form. Menurutnya, baik siswa, maupun orang tua, atau wali, harus mengisinya dengan sejujur mungkin. Sebab, data ini nanti akan jadi rujukan terkait pelaksanaan KBM luring.

Baca juga: MU Dikabarkan Siap Gelontorkan Dana Besar untuk Gelandang Atletico Madrid

"Besok pagi sudah ada datanya. Kita bisa ambil kesimpulan. Ini kan sifatnya skrining, jadi harus jujur. Kemana selama liburan, apakah ada tamu, semua (basisnya) kejujuran. Terpenting datanya ada dulu," cetusnya.

Budi pun menandaskan, secara keseluruhan uji coba PTM pada 28 April-7 Mei kemarin berjalan lancar, dimana semua sekolah bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Skema yang sudah disiapkan, dapat dikatakan berhasil dilaksanakan oleh kesepuluh sekolah itu.

"Tidak masalah sampai hari ini. Tapi, kita kan harus evaluasi setelah 10 hari dan libur 8 hari, mobilitas anak-anak dan keluarganya itu kemana," ucapnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved