Berita Kesehatan

Inilah Sensasi di Kepala yang Menandakan Kadar Gula Darah Anda Terlalu Tinggi

Salah satu tanda kadar gula darah terlalu tinggi adalah munculnya sakit kepala. Bagaimana cara mengenalinya?

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
diabetes.co.uk
Ilustrasi - kadar gula dalam darah 

TRIBUNJOGJA.COM - Hiperglikemia adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kadar gula darah yang terlalu tinggi. Ini terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat memecah glukosa secara efisien dengan insulin. Salah satu tanda kadar gula darah terlalu tinggi adalah munculnya sakit kepala. Bagaimana cara mengenalinya?

Sebagai informasi, diabetes tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang menyebabkan gula darah, atau glukosa dalam kondisi abnormal.

Hal ini menyebabkan sejumlah gejala dan komplikasi terkait, beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa.

Baca juga: Berapakah Angka Harapan Hidup Penderita Komplikasi Diabetes? Ini Jawabannya

Saat menderita gula darah tinggi yang tidak normal, sakit kepala dapat terjadi dan bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Menurut Mayo Clinic, gejala biasanya tidak muncul sampai kadar glukosa seseorang di atas 200 miligram per desiliter (mg / dL).

Banyak orang tidak merasakan gejala apa pun bahkan pada kadar gula darah yang lebih tinggi.

Sakit kepala akibat glukosa darah tinggi biasanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk berkembang.

Baca juga: Mengenal Luka Diabetes, Muncul di Kaki Akibat Naiknya Gula Darah

Akibatnya, gejala sering lambat muncul.

Sakit kepala dianggap sebagai tanda awal hiperglikemia.

Rasa sakitnya bisa menjadi lebih parah saat kondisi Anda semakin parah.

Selain itu, jika seseorang memiliki riwayat hiperglikemia, sakit kepala bisa menjadi tanda bahwa Anda perlu memeriksakan gula darah Anda.

Tanda umum dari hipoglikemia adalah sakit kepala atau migrain, seperti yang dikatakan oleh Migraine Trust: “Otak membutuhkan suplai glukosa yang terus menerus dari darah untuk berfungsi dan jika kadar glukosa turun (seperti pada hipoglikemia), otak adalah salah satu yang pertama. organ yang terpengaruh"

Baca juga: Perbedaan Diabetes Mellitus Tipe 1 dan 2 yang Perlu Kamu Tahu

Otak tidak menerima cukup glukosa menyebabkan sebagian besar gejala hipoglikemia, yang meliputi sakit kepala, migrain, kebingungan, berkeringat, pingsan, dan kemungkinan hipotermia.

Efeknya hampir sama, antara terlalu banyak atau terlalu sedikit gula, yakni salah satunya bisa menyebabkan masalah termasuk sakit kepala.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved