Demi Kebaikan Anda Sendiri, Ketahuilah 5 Cara Mengendalikan Amarah Berikut Ini
Sebelum Anda terperangkap dalam amarah, ada baiknya Anda ketahui lima cara untuk mengelola amarah sehingga tidak menimbulkan dampak merusak
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Kemarahan adalah emosi umum yang sangat penting untuk Anda pahami. Bagaimana pun kemarahan yang tak terkendali bisa menyebabkan efek buruk baik secara fisik maupun emosional.
Apalagi jika kemarahan itu diwujudkan dalam tindakan nyata semisal menyerang orang lain. Tidak hanya hubungan yang retak, Anda bahkan bisa menghadapi konsekuensi hukum.
Sebelum Anda terperangkap dalam amarah yang meluap-luap, ada baiknya Anda ketahui lima cara untuk mengelola amarah sehingga tidak menimbulkan dampak merusak.
1. Tidur
Kelola suasana hati Anda sebelum terpancing amarah.
Tidur yang teratur dan sehat adalah bagian penting dari mengelola amarah.
Kelelahan membuat pengalaman negatif terasa lebih buruk daripada yang seharusnya.
Plus, kurang tidur mengurangi aktivitas dalam lobus frontal, yang terkait dengan kontrol impuls.
Akibatnya, kurang tidur membuat Anda lebih sulit untuk mengontrol impuls amarah Anda — dan Anda lebih cenderung melakukan sesuatu yang Anda sesali saat marah.
Baca juga: Berkaca pada Kasus Ibu-ibu Marahi Kurir, Ini 4 Jenis Kemarahan yang Perlu Anda Tahu
2. Pertimbangkan Interpretasi Alternatif
Anda memiliki kontrol intreptasi atas sesuatu yang bisa memicu kemarahan.
Maka pertimbangkanlah interpretasi alternatif dari hal yang bisa memancing amarah Anda.
Tanyakan pada diri Anda bukti apa yang Anda miliki untuk mendukung interpretasi kemarahan Anda.
Bayangkan, misalnya, seseorang memotong jalur Anda di jalan raya. Maka Anda dapat menafsirkannya dengan beberapa cara berbeda :
- Disengaja : Orang itu melihat Anda dan sengaja memotong jalur Anda untuk tujuan tertentu.
- Tak disengaja : Orang itu mungkin sedang terburu-buru untuk pergi ke rumah sakit dan ia tidak melihat Anda ketika dia memotong jalur Anda.
Meskipun keduanya mungkin membuat Anda marah, namun kepercayaan sebelumnya (bahwa itu disengaja) kemungkinan akan memicu kemarahan yang lebih besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/marah-marah_20150727_191447.jpg)