Berkaca pada Kasus Ibu-ibu Marahi Kurir, Ini 4 Jenis Kemarahan yang Perlu Anda Tahu
Penting untuk dicatat bahwa empat jenis kemarahan yang disebutkan di bawah ini sebagian besar berbasis psikologis
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Hari Minggu (16/5/2021) kemarin, warganet setidaknya dikejutkan dengan 3 peristiwa yang melibatkan kemarahan. Kemarahan pertama dan kedua yakni rombongan yang marah akibat kendaraannya harus diputar balik, serta kemarahan ketika yakni peristiwa ibu-ibu yang memarahi seorang kurir.
Bagaimana seseorang bisa sedemikian marah? Apa sebenarnya kemarahan itu ditinjau dari sudut pandang psikologi?
Perlu Anda tahu bahwa marah adalah hal yang wajar dan manusiawi. Namun beberapa di antaranya ada yang mampu mengendalikan kemarahan, sementara yang lainnya membiarkan dirinya dikuasai kemarahan hingga memiliki efek merusak baik secara fisik maupun mental.
Sebenarnya ada banyak cara untuk meredakan, mengurangi, atau melarutkan amarah. Namun sebelum itu, Anda perlu tahu terlebih dahulu empat jenis kemarahan dan apa pengaruhnya terhadap seseorang.
Baca juga: 10 Teknik Mengendalikan Amarah Agar Tak Memicu Efek Merusak
Penting untuk dicatat bahwa empat jenis kemarahan yang disebutkan di bawah ini sebagian besar berbasis psikologis. Kemarahan kronis dan terus-menerus juga dapat disebabkan oleh cedera otak, ketidakseimbangan kimiawi, penyalahgunaan zat , PTSD , dll.
1. Kemarahan yang Bisa Dibenarkan
Kemarahan yang dapat dibenarkan adalah kemarahan moral terhadap ketidakadilan dunia — apakah itu kerusakan lingkungan, penindasan hak asasi manusia, kekejaman terhadap hewan, kekerasan dalam komunitas, atau terkait adanya kekerasan dalam rumah tangga.
Kemarahan yang dapat dibenarkan mungkin memiliki manfaat dalam jangka pendek, karena intensitasnya dapat disalurkan ke dalam hasrat dan tindakan untuk perubahan.
Namun, semua jenis kemarahan dari waktu ke waktu secara inheren tidak sehat, karena itu merampas kedamaian pikiran dan menyebabkan penderitaan di dalam.
Merasa marah secara teratur karena alasan apa pun hanya akan menyakiti diri sendiri dalam jangka panjang.
2. Kemarahan akibat gangguan
Bagi kebanyakan orang, ini adalah jenis amarah yang paling umum.
Kemarahan karena gangguan dapat muncul dari banyak perasaan frustrasi dalam kehidupan sehari-hari, misal ada yang memotong jalur kendaraan Anda, pasangan Anda mengatakan sesuatu yang tidak sensitif, anak-anak tidak mau mendengarkan Anda, bos memberikan instruksi yang terlalu menekan Anda, dll.
Ketika Anda fokus pada hal negatif dan mempersonalisasi / menginternalisasi kata-kata dan tindakan orang lain, mudah untuk mengalami kemarahan yang mengganggu secara teratur.
Lebih buruk lagi, tanpa disadari Anda telah membiarkan masalah orang lain menjadi milik Anda sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/marah-kemarahan-amarah.jpg)