Breaking News:

Lebaran 2021

Inilah Bahan Pokok yang Paling Banyak Dikonsumsi saat Lebaran 2021

Kepala Disperindag Gunungkidul Johan Eko Sudarto menyampaikan peningkatan konsumsi masyarakat sudah dirasakan sejak H-2 Lebaran.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUN JOGJA/ALEXANDER ERMANDO
Seorang pegawai tengah menyortir telur ayam. Disperindag Gunungkidul mencatat adanya peningkatan konsumsi di Lebaran 2021 ini, menyebabkan harga sejumlah komoditas bapok naik. 

Pasalnya, untuk persediaan bapok sendiri terpantau aman dan mencukupi.

Pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bapok vital mulai dari daging ayam, sapi, telur, hingga sayur-mayur.

Kebutuhan beras selama Lebaran ini pun dipastikan tak bermasalah.

"Kebetulan saat ini baru panen, jadi untuk beras mencukupi," kata Johan.

Prokes di pasar

Naiknya konsumsi turut menandakan kunjungan ke pasar-pasar di Gunungkidul meningkat.

Itu sebabnya koordinasi dilakukan guna memastikan protokol kesehatan (prokes) dijalankan warga saat berbelanja.

Baca juga: Ini Persiapan Pemkab Magelang Hadapi Kemungkinan Lonjakan Kasus Covid-19 Pascalibur

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Saat Menstruasi, Cegah Kembung dan Kram Perut

Kenaikan harga juga dilaporkan terjadi pada daging ayam dan sapi. Aning, seorang pedagang di Pasar Argosari Wonosari menyebut harga daging ayam naik hingga Rp 40 ribu per kg.

"Sudah seminggu terakhir naik terus, sehari naik Rp1.000,00," ungkapnya pada wartawan.

Menurut Aning, naiknya harga daging ayam disebabkan oleh banyaknya pesanan dari warga. Terutama untuk kegiatan silahturahmi saat Idulfitri.

Adapun daging sapi juga ikut terkerek naik menjadi Rp 140 ribu per kg. Normalnya, harga daging sapi berada di kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilonya. (alx)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved