Penyakit Diabetes

Apa Itu Diabetes Kering dan Basah? Dalam Dunia Medis Tidak Ada, Begini Penjelasan yang Benar

Masyarakat secara umum membagi penyakit ini menjadi dua jenis yakni Diabetes kering dan Diabetes basah.

Editor: Rina Eviana
net
Insulin untuk penderita diabetes 

Tribunjogja.com -Banyak informasi salah yang berkembang di masyarakat tentang penyakit Diabetes.

Satu di antaranya adalah mengenai Diabetes kering dan basah.

Ya, masyarakat secara umum membagi penyakit ini menjadi dua jenis yakni Diabetes kering dan Diabetes basah.

Ilustrasi
Ilustrasi (Thinkstock)

Jenisnya biasanya didasarkan pada gejala yang ditimbulkan pada penderitanya. Penderita Diabetes yang kehilangan berat badan secara ekstrem kerap dianggap menderita jenis yang kering.

Sebaliknya, penderita Diabetes basah dianggap sulit sembuh jika memiliki luka terbuka. Dr. Suharko Soebardi, SpPD, Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi, beberapa waktu lalu menegaskan pembagian ini tidak benar dan menjadi informasi yang salah.

Penyakit ini memang terbagi menjadi dua namun jenisnya yaitu Diabetes Tipe 1 u dan Diabetes Tipe 2.

Diabetes yang pertama terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.

Sedangkan Diabetes Tipe 2 disebabkan sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin sehingga tidak bekerja optimal. 

Diabetes Tipe 2, yang sering didiagnosis ketika seseorang memiliki A1C setidaknya 7 pada dua kesempatan terpisah, dapat menyebabkan masalah yang berpotensi serius, seperti neuropati, atau kerusakan saraf; masalah penglihatan; peningkatan risiko penyakit jantung; dan komplikasi diabetes lainnya. A1C seseorang adalah rata-rata kadar gula darahnya dua hingga tiga bulan.

Menurut Mayo Clinic, dokter dapat menggunakan tes lain untuk mendiagnosis Diabetes.

Sebagai contoh, mereka dapat melakukan tes glukosa darah puasa, yang merupakan tes glukosa darah yang dilakukan setelah malam puasa.

Sementara kadar gula darah puasa kurang dari 100 miligram per desiliter (mg/dL) normal, yang antara 100 hingga 125 mg/dL menandakan pradiabetes, dan pembacaan yang mencapai 126 mg/dL pada dua kesempatan terpisah berarti Anda memiliki diabetes.

Orang dengan Diabetes Tipe 2 tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan benar, dan memiliki apa yang disebut resistensi Insulin.

Insulin diperlukan untuk glukosa, atau gula, untuk masuk dari darah Anda ke sel Anda untuk digunakan sebagai energi.

Ketika tidak ada cukup insulin, atau ketika hormon tidak berfungsi sebagaimana mestinya, glukosa menumpuk di dalam darah alih-alih digunakan oleh sel.

Baca juga: Tanda-tanda Seseorang Terkena Diabetes Inspidus, Tak Terkait Gula Darah Gejalanya Sering Kencing

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved