Penyakit Diabetes

Tanda-tanda Seseorang Terkena Diabetes Inspidus, Tak Terkait Gula Darah Gejalanya Sering Kencing

Diabetes Insipidus adalah kondisi cukup langka yang menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak urine.

Editor: Rina Eviana
Freepik
Ilustrasi : Arti mimpi ngompol atau kencing di celana 

Tribunjogja.com -Kebanyakan orang lebih mengenal Diabetes Melitus ketika bicara tentang penyakit akibat tingginya gula darah ini.

Namun tak banyak yang tahu ada jenis Diabetes lain yakni Diabetes Inspidus.

Keduanya memang masuk penyakit Diabetes tapi baik Diabetes Melitus dan Diabetes Insipdus punya perbedaan.

Ilustrasi luka diabetes di kaki
Ilustrasi luka diabetes di kaki (Shutterstock/ROOMPHOTO)

Diabetes Mellitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal, Diabetes Insipidus tidak terkait dengan kadar gula darah.

Baca juga: Bisa Picu Naiknya Gula Darah, Ini 11 Asupan Pantangan Bagi Penderita Diabetes

Lantas, apa itu Diabtes Insipidus?

Dilansir dari WebMD, satu-satunya kesamaan yang dimiliki penyakit Diabetes Mellitus dan Diabetes Insipidus adalah keduanya membuat penderitanya akan merasa haus dan membuat banyak buang air kecil.

Diabetes Insipidus adalah kondisi cukup langka yang menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak urine.

Kebanyakan orang buang air kecil 1 hingga 2 liter sehari. Sementara, penderita Diabetes Insipidus bisa buang air antara 3 dan 20 liter sehari.

Ilustrasi
Ilustrasi (kubunetral.com)

Jika Anda menderita diabetes insipidus, hormon yang membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh Anda tidak berfungsi.

Baca juga: Tanda-tanda yang Muncul dari Tubuh Jika Kadar Gula Darah Anda Naik

Hormon yang mengalami gangguan ini adalah homron antidiuretik atau antidiuretic hormone (ADH). Hormon yang bisa juga disebut sebagai vasopressin ini dihasilkan oleh hipotalamus, yakni jaringan khusus di otak.

Setelah dihasilkan oleh hipotalamus, hormon antidiuretik disimpan oleh kelenjar pituitari.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik saat kadar cairan di dalam tubuh terlalu rendah.

Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan cairan di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Penyebab diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons hormon antidiuretik seperti biasanya.

Ketika tubuh Anda tidak menghasilkan cukup vasopressin, kondisi ini disebut diabetes insipidus sentral.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved