Zona Oranye dan Merah Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta Meningkat

adanya peningkatan jumlah zona oranye dan merah di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Yogyakarta

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Dok Tribunjogja.com
Karya seni mural bertema melawan covid-19 di kawasan Serangan, Kota Yogyakarta, Minggu (13/12/2020). 

Klaster Pendidikan

Penularan Coronavirus disease-2019 (Covid-19) terjadi di dunia pendidikan. Sebanyak 14 mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta dinyatakan positif covid-19.

Penularan tersebut, diduga terjadi setelah para mahasiswa mengikuti praktek pembuatan film atau video diluar kampus. Selain itu, virus juga menulari 2 orangtua mahasiswa, sehingga totalnya ada 16 yang dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, penularan terjadi ketika para mahasiswa MMTC itu praktek membuat film atau video. Setelah itu, selang hari berikutnya, satu di antara mahasiswa itu, ada yang mengeluh demam dan kehilangan indera penciuman.

"Kemudian di swab antigen, dan positif," kata Joko, ditemui di kantornya, Senin (3/5/2021).

Menurut dia, mahasiswa yang pertama positif, diketahui pada hari Rabu, 28 April 2021. Selanjutnya, dilakukan tracing bagi mahasiswa yang kontak erat, dan langsung di-swab antigen. Hasilnya, saat ini, sudah ada 14 mahasiswa yang dinyatakan positif dan ada 2 orangtua.

Joko mengatakan, orangtua yang positif itu adalah orangtua dari seorang mahasiswa yang sudah dinyatakan positif. Mereka bertempat tinggal di wilayah Sleman, Yogyakarta.

"Saat dilakukan tracing, orangtuanya ada yang di-swab dan ternyata positif," jelasnya.

Joko mengungkapkan, hingga kini total keseluruhan dalam kasus penularan di MMTC ada 16 orang. 2 orangtua dan 14 mahasiswa. Kemudian, 2 di antara mahasiswa, ada yang sudah pulang ke daerah asal yaitu di Bekasi dan Salatiga. Sehingga yang ada di Yogyakarta, 12 mahasiswa. 8 mahasiswa isolasi di Asrama Haji, dan 4 lainnnya isolasi mandiri di asrama MMTC.

Untuk mengantisipasi penularan tidak meluas, Joko menekankan, bagi 4 orang yang isolasi di asrama MMTC agar menjalaninya dengan benar. Ruangan yang ada disekitarnya diminta untuk disterilkan. Artinya, ditutup sementara dari kunjungan umum.

"Iya, (Asrama MMTC ditutup sementara dari kunjungan). Standar idealnya, 5 - 7 hari," ungkap dia. (Tribunjogja.com | Tro | Maw | Rif )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved