Breaking News:

Zona Oranye dan Merah Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta Meningkat

adanya peningkatan jumlah zona oranye dan merah di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Yogyakarta

Dok Tribunjogja.com
Karya seni mural bertema melawan covid-19 di kawasan Serangan, Kota Yogyakarta, Minggu (13/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta bupati dan wali kota untuk mengoptimalkan kinerja satgas Covid-19 di daerahnya masing-masing dalam rangka menekan laju penularan virus korona.

Hal tersebut menyusul adanya peningkatan jumlah zona oranye dan merah di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Jadi saya berharap bagaimana kepala daerah itu saya mohon untuk mengawasi kerjanya satgas (Covid-19). Tidak hanya di kabupaten kota tapi juga di desa kecamatan agar bisa lebih baik," ungkap Sri Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (3/5/2021).

Menurut Sri Sultan, tren penularan saat ini lebih didominasi pada klaster keluarga.

Di mana penularan telah menjangkit para penghuni rumah yang biasanya memiliki hubungan kekeluargan.

Terkadang penularan juga menjalar hingga tetangga pasien.

"Di Yogya ini bukan aspek kerumunan (yang jadi penyebab penularan) tapi hubungan bapak, ibu, tetangga, dengan anak-anaknya. Keluarga yang jadi klaster itu besar," paparnya.

Imbas dari tren penularan tersebut, jumlah RT dengan zona oranye dan merah di DIY mengalami peningkatan.

Sri Sultan menyebut ada tiga daerah yang tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan wilayah lain.

Yakni di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunungkidul.

Halaman
1234
Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved