Zona Oranye dan Merah Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta Meningkat
adanya peningkatan jumlah zona oranye dan merah di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Yogyakarta
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Padahal sebelumnya, zona merah di wilayah ini sempat nihil.
"Zona merah terdapat di Bantul tiga RT,Gunungkidul dua RT, dan Sleman tiga RT," terang Noviar.
Adapun zona oranye, saat ini total terdapat 21 RT. Dengan rincian enam RT di Bantul, tiga RT di Kulon Progo, dua RT di Gunungkidul dan 10 RT di Sleman.
Kemudian untuk zona kuning, saat ini terdapat 1.375 RT dan zona hijau terdapat 26.277 RT.
Noviar menjelaskan, katagori zona merah disematkan jika terdapat lebih dari lima rumah yang penghuninya terkonfirmasi positif. Sedangkan zona oranye jika ada tiga hingga lima rumah dengan konfirmasi kasus positif.
Klaster Tarawih
Sebanyak 22 warga Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden terkonfirmasi positif COVID-19. Warga yang terpapar COVID-19 tersebut merupakan jamaah salat tarawih.
Jubir Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan penularan terjadi setelah ada satu warga yang merasakan gejala COVID-19, namun tetap mengikuti salat tarawih di masjid. Setelah mengalami gejala, warga tersebut kemudian memeriksanakn dri ke rumah sakit.
Hasilnya warga tersebut dinyatakan positif COVID-19. Selang beberapa hari kemudian, warga tersebut meninggal dunia.
"Kasus bermula dari salah satu jemaah masjid yang mengalami gejala tetapi mengikuti kegiatan masjid. Jemaah tersebut kemudian memeriksanakn diri, hasilnya keluar pada 25 April, hasilnya postif COVID-19. Kemudian meninggal pada 27 April. Yang bersangkutan mempunyai beberapa penyakit penyerta,"katanya, Senin (03/05/2021).
Pihaknya kemudian melakukan tracing pada keluarga. Ada satu keluarga yang masuk dalam kategori kontak erat, yaitu istri warga yang meninggal tersebut. Setelah menjalani pemeriksaan, istri dari warga tersebut juga positif COVID-19.
Langkah tracing kemudian diperluas ke jemaah masjid yang lain. Ada 35 jemaah yang masuk dalam kontak erat. Puluhan jemaah tersebut kemudian menjalani swab PCR.
"Ada 36 jemaah yang kontak erat dengan kasus pertama. Setelah tes PCR, hasilnya 21 orang positif,"terangnya.
Ia menyebut seluruh jemaah yang positif COVID-19 telah menjalani isolasi di shelter. Sebagian besar warga mengalami gejala ringan. Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui dari mana kasus pertama tertular.
Agar tidak terjadi penularan yang semakin luas, satgas COVID-19 Kalurahan Murtigading diminta untuk membatasi kegiatan masyarakat di padukuhan tersebut.
Kegiatan keagamaan di masjid pun sementara dihentikan hingga semua sembuh.