Breaking News:

Daftar Lokasi 4 Exit Tol dan 2 Rest Area Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Wilayah Klaten

Pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo yang melewati Kabupaten Klaten bakal menggilas 50 desa kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Seorang pengendara melintas di dekat patok tol Yogyakarta-Solo yang berada di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 50 desa/ kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Klaten bakal terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo  

Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyatakan hingga saat ini sudah ada 6 desa yang tersebar di Kecamatan Delanggu dan Polanharjo sudah menerima ganti kerugian.

"Dari data itu, terdapat empat exit tol dan dua rest area yang ada di Kabupaten Klaten. PSN (proyek strategis nasiona) ini sangat luar biasa, semoga berkah untuk masyrakat Klaten," ujarnya, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Selama Libur Lebaran 2021, Bupati Klaten Sri Mulyani Minta ASN Tidak Gunakan Mobil Dinas

Baca juga: Dua Desa di Prambanan Klaten Sudah Kedatangan Pemudik, Satgas COVID-19: Semuanya Karantina

Menurut Mulyani, rincian keberadaan exit tol jalan tol Yogyakarta-Solo tersebut yang pertama yakni, Exit Karanganom yang berada di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper.

Exit tol kedua yakni Exit Ngawen yang berada di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen.

Kemudian, Exit Prambanan yang berada di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan dan terakhir Exit Manisrenggo yang berada di Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo.

"Untuk jumlah rest area ada dua yakni rest area Manjungan yang berada di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen dan rest area Jagalan yang berlokasi di Desa Jagalan dan Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko," imbuh dia.

Penampakan patok tol pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo yang berada di sebuah persawahan di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Selasa (16/3/2021).
Penampakan patok tol pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo yang berada di sebuah persawahan di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Selasa (16/3/2021). (TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan)

Menurut Sri Mulyani, saat ini proses pengadaan tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Klaten telah memasuki proses sosialisasi, pengukuran bidang tanah, identifikasi, inventarisasi, musyawarah hingga ganti kerugian.

"Pemberian ganti kerugian ini sudah berjalan juga di enam desa dari dua kecamatan. Untuk musyawarah ganti kerugian tol juga sudah berjalan di 4 kecamatan yang tersebar di 12, adapun tanahnya sebanyak 1.014 bidang tanah," katanya.

Dari data itu, lanjut Mulyani terdapat 973 pemilik bidang tanah setuju, pemilik 40 bidang tanah belum tanda tangan dan pemilik 2 bidang tidak setuju.

Baca juga: Catut Nama Rumah Sakit di Klaten, Akun Facebook Rifkyi Buangetzz Dilaporkan ke Polisi

Baca juga: Pengunjung Terlalu Ramai, Tiga Pusat Perbelanjaan di Klaten dapat Teguran Satgas COVID-19

Sementara, untuk pencairan ganti kerugian tol Yogyakarta-Solo, lanjut Mulyani telah dilakukan kepada warga di 6 desa yang tersebar di 2 Kecamatan Delanggu dan Polanharjo sebanyak Rp376 miliar.

"Pencairan ganti rugi bidang tanah di enam desa dari dua kecamatan itu sebanyak, 424 bidang dengan nilainya Rp376 miliar," imbuhnya.

( tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved