Breaking News:

DPRD Kota Yogyakarta Galang Aspirasi Masyarakat Terkait Pendidikan di Masa Pandemi

Sudah 14 bulan lamanya para siswa di Kota Yogyakarta melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring. Hal ini menimbulkan keresahan

TRIBUNJOGJA/ Maruti Asmaul Husna
DPRD Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Tribun Jogja menggelar DPRD Kota Yogyakarta Menyapa di gedung kantor yang bersangkutan dengan tema 'Persiapan DPRD Kota Yogyakarta Menjelang Ujian SD dan SMP 2021', Sabtu (1/5/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sudah 14 bulan lamanya para siswa di Kota Yogyakarta melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring. Hal ini menimbulkan keresahan tersendiri bagi para jajaran di DPRD Kota Yogyakarta.

Oleh sebab itu, DPRD Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Tribun Jogja menggelar DPRD Kota Yogyakarta Menyapa di gedung kantor yang bersangkutan dengan tema 'Persiapan DPRD Kota Yogyakarta Menjelang Ujian SD dan SMP 2021', Sabtu (1/5/2021).

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko, mengatakan ada keprihatinan yang pihaknya rasakan dari murid kelas VI dan IX yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Sebab, mereka selama ini lulus dengan pendidikan secara daring.

Baca juga: Pasar Lebaran 2021 di SCH Dipadati Pengunjung, Tempat Favorit untuk Ngabuburit

"Keprihatinan kami pada murid kelas IV dan IX ini produk dari pendidikan daring. Kami membutuhkan informasi terkait ini dari bapak ibu sekalian, sebenarnya situasinya seperti apa," ujar Danang saat membuka acara yang ditujukan kepada para perwakilan komite sekolah itu.

Ia menambahkan, sebagai kota yang memiliki titel Kota Pelajar, Yogyakarta perlu mempertanggungjawabkan hal itu.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, HM Fursan, SE, memaparkan melalui Komisi D pihaknya telah menjalankan tugas pengawasan.

Menurutnya, di Kota Yogyakarta telah dilaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas sejak 26 April sampai 7 Mei 2021 untuk jenjang SD dan 28 April sampai 7 Mei 2021 untuk SMP.

"Setahun belakangan ini masih daring, kalau daring ini kan yang pinter orang tuanya, bukan anaknya. Pembelajaran tatap muka harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Acara hari ini untuk memberi masukan kepada kami terutama di bidang pendidikan," bebernya.

Baca juga: Pakar Hukum UAJY: Pelaku Pembunuhan Paket Sate Maut di Bantul Terancam Hukuman Mati

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Ahmad Mulfaris, menyebutkan pihaknya bekerja sama dengan dinas pendidikan, mendukung dari segi anggaran bagi program apa pun yang dirasa baik.

PTM yang dilakukan di Kota Yogyakarta selama ini, menurutnya sudah dipastikan terpenuhi dari sisi protokol kesehatan. Sehingga ketika anak masuk sekolah, orang tua tidak perlu khawatir dengan kelengkapan secara infrastruktur.

"Kami terbuka menerima aspirasi terkait kesra (kesejahteraan masyarakat) dan pendidikan, bisa bersurat ke Komisi D untuk kita bertemu di forum lain yang lebih rinci," tandasnya. (uti) 

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved