Breaking News:

Pakar Hukum UAJY: Pelaku Pembunuhan Paket Sate Maut di Bantul Terancam Hukuman Mati

Misteri sate racun yang menewaskan NFP bocah berusia 8 tahun dari Bantul telah menemukan titik terang. Polisi memastikan, racun yang ada di sate itu

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja.com | Dok Polsek Sewon
Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul (kiri) | Bandiman pengemudi Ojol yang anaknya jadi korban 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Misteri sate racun yang menewaskan NFP bocah berusia 8 tahun dari Bantul telah menemukan titik terang.

Polisi memastikan, racun yang ada di sate itu adalah Potasium Sianida.

Hingga kini, pihak kepolisian juga fokus kepada pencarian pelaku setelah memanggil sejumlah saksi, termasuk T yang menjadi pihak tertuju sebenarnya.

Baca juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN untuk Selesaikan Krisis Myanmar, Ini Tanggapan Pakar UGM

Baca juga: Cara Unik Gubernur Ganjar Pranowo Peringati Hari Buruh, Ajak Guyon Para Pekerja via Zoom

Dr G Widiartana SH MHum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengatakan kasus tersebut sudah masuk pembunuhan berencana.

“Setiap pembunuhan dengan racun dapat dipastikan merupakan pembunuhan berencana,” katanya kepada Tribun Jogja, Sabtu (1/5/2021).

Ia menjelaskan, hal itu lantaran ada jeda waktu yang cukup banyak antara niat dengan pelaksanaan perbuatan yang menghilangkan nyawa orang.

Ditanya mengenai hukuman apa yang bakal diterima pelaku, Widiartana menambahkan, pelaku bisa saja dihukum mati.

“Ancaman sanksinya maksimal pidana mati,” tambah anggota Asosiasi Pengajar Viktimologi Indonesia (APVI) itu.

Widiartana mengatakan, ancaman hukuman itu sudah dirumuskan dalam Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Dalam Pasal 340 KUHP, pidana mati itu dialternatifkan dengan pidana penjara seumur hidup serta pidana penjara paling lama 20 tahun,” bebernya.

Baca juga: Gameloft Memperkenalkan Dunia Digital kepada Generasi Muda

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta: Bertambah 128 Kasus Baru, Total Hingga Hari Ini Ada 39.644 kasus

Dilanjutkannya, hakim tidak mesti menjatuhkan pidana mati.

Keputusan itu tergantung dari hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa.

“Jika ada banyak hal yang meringankan, bisa saja hakim menjatuhkan pidana penjara paling lama 20 tahun,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved