Breaking News:

Inilah Penyebab Diare dan Muntah Bersamaan yang Harus Anda Waspadai

Ada beberapa penyebab diare dan muntah yang terjadi bersamaan dan wajib Anda waspadai.

hellosehat
Ilustrasi muntah 

Tribunjogja.com - Jika Anda mengalami diare dan muntah bersamaan bisa jadi inilah beberapa penyebabnya.

Ya, ada beberapa penyebab diare dan muntah bersamaan dan wajib Anda waspadai.

Diare dan muntah  bisa dialami oleh orang dari segala usia, mulai dari bayi hingga orang dewasa.

ilustrasi
ilustrasi ()

Kedua gejala ini sekali kali disebabkan oleh infeksi virus dan dapat sembuh dalam beberapa hari.

Cukup istirahat dan minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi biasanya merupakan satu-satunya pengobatan yang diperlukan.

Meski infeksi virus menjadi penyebab umum, tetap saja ada faktor lain yang dapat menyebabkan diare dan muntah terjadi bersamaan, seperti kondisi medis dan obat-obatan tertentu.

Penyebab diare dan muntah bersamaan

Diare dan muntah bisa terjadi pada waktu bersamaan karena sejumlah alasan.

Merangkum Health Line, infeksi virus atau bakteri pada gastrointestinal (saluran pencernaan bagian atas) adalah penyebab paling mungkin pada anak-anak. Saluran pencernaan bagian atas adalah bagian dari sistem pencernaan.

Infeksi ini juga dapat menyerang orang dewasa, tetapi ada sejumlah alasan lain mengapa orang dewasa dapat mengalami diare dan muntah terjadi bersamaan, seperti terlalu banyak minum alkohol atau sedang hamil.

Baca juga: Bisa Dijajal di Rumah, Inilah Obat Alami Diare yang Minim Efek Samping

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beragam kemungkinan penyebab diare dan muntah terjadi bersamaan yang bisa diwaspadai:

1. Gastroenteritis virus

Gastroenteritis virus adalah infeksi di usus yang disebabkan oleh virus.

Gastroenteritis akibat virus sering disebut sebagai flu perut. Meski demikain, bukan virus influenza yang menyebabkan infeksi ini.

Virus yang paling sering menyebabkan gastroenteritis melainkan adalah:

  • Norovirus
  • Rotavirus
  • Astrovirus
  • Adenovirus

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases(NIDDK) AS, meskipun semua virus tersebut dapat menyerang orang dari segala usia, tiga yang terakhir paling sering menginfeksi bayi dan balita.

Virus ini ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dengan kotoran dan muntahan yang terinfeksi. Hal ini dapat terjadi jika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah menggunakan kamar mandi, lalu menyentuh permukaan yang digunakan orang lain atau menyiapkan makanan untuk orang lain.

Beberapa gejala gastroenteritis virus yang dapat terjadi meliputi:

  • Diare
  • Sakit perut dan kram
  • Mual dan muntah
  • Demam (kadang-kadang)

Baca juga: Inilah Tanda-tanda yang Muncul dari Tubuh Jika Kita Mengalami Gejala Keracunan Makanan

2. Keracunan makanan

Keracunan makanan adalah infeksi di usus yang disebabkan oleh bakteri.

Anda bisa mengalami keracunan makanan jika mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi bakteri. Ini bisa terjadi di rumah atau di restoran ketika makanan ditangani dengan tidak benar atau tidak dimasak dengan benar.

Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, termasuk:

  • E. coli
  • Campylobacter
  • Salmonella
  • Staphylococcus
  • Shigella
  • Listeria

Gejala keracunan makanan dapat dimulai dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan sering kali dapat hilang dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

Diare encer dan muntah adalah gejala keracunan makanan yang paling umum.

Gejala keracunan makanan lainnya termasuk:

  • Mual
  • Kram perut dan nyeri
  • Diare berdarah
  • Demam

3. Traveler’s diarrhea

Traveler’s diarrhea adalah gangguan saluran pencernaan yang paling sering disebabkan oleh virus, parasit, atau bakteri yang dikonsumsi dalam air atau makanan.

Masalah kesehatan ini paling mungkin terjadi saat seseorang mengunjungi area dengan iklim atau praktik sanitasi yang berbeda dari yang biasanya dilakukan di rumah.

Gangguan ini biasanya dapat sembuh dalam dua atau tiga hari. Diare encer dan kram adalah gejala traveler’s diarrhea yang paling umum terjadi.

Tetapi traveler’s diarrhea juga dapat menyebabkan:

  • Mual dan muntah
  • Banyak gas di perut atau begah
  • Perut kembung
  • Demam
  • Kebutuhan mendesak untuk buang air besar (BAB)

4. Stres atau kecemasan

Penelitian menunjukkan bahwa fungsi gastrointestinal atau saluran pencernaan dapat dipengaruhi oleh stres.

Stres serta kecemasan biasanya bisa menyebabkan sejumlah gejala yang berhubungan dengan perut, termasuk:

  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit
  • Gangguan pencernaan
  • Heartburn

Hormon stres yang dilepaskan oleh tubuh dapat memperlambat motilitas di perut dan usus kecil, dan memicu peningkatan pergerakan di usus besar.

Baca juga: Penyebab Munculnya Sakit Kepala Saat Berpuasa dan Cara Mengantisipasinya

Stres dan kecemasan juga dikaitkan dengan perkembangan dan memburuknya sindrom iritasi usus besar (IBS), serta penyakit radang usus (IBD). Itu termasuk penyakit Crohn dan kolitis.

5. Kehamilan

Tubuh wanita secara normal akan mengalami banyak perubahan selama kehamilan.

Morning sickness adalah penyebab paling umum dari muntah selama kehamilan.

Terlepas dari namanya, morning sickness sebenarnya bisa terjadi kapan saja sepanjang hari.

Morning sicknesss dilaporkan memengaruhi 7 dari 10 wanita hamil dan biasanya aan terjadi selama 14 minggu pertama kehamilan.

Sementara itu, beberapa wanita bisa mengalami hiperemesis gravidarum, yaitu kondisi yang menyebabkan mual dan muntah yang parah.

Diare dan muntah saat hamil dapat disebabkan oleh perubahan pola makan, perubahan hormonal, dan kepekaan makanan baru.

Vitamin prenatal juga dapat menyebabkan diare pada beberapa ibu hamil.

Diare dan muntah juga bisa disebabkan oleh gastroenteritis yang umum terjadi selama kehamilan.

6. Makan berlebihan atau terlalu banyak minum

Makan atau minum secara berlebihan dapat menyebabkan diare dan muntah, bersamaan dengan beberapa kondisi berikut:

  • Perasaan kenyang yang tidak nyaman (perut begah)
  • Gangguan pencernaan
  • Sering bersendawa
  • Heartburn

Jenis makanan yang dimakan juga penting untuk diperhatikan.

Makan makanan berminyak atau bergula dalam jumlah besar diketahui dapat mengiritasi perut dan menyebabkan diare dan muntah.

Baca juga: Tak Perlu Minum Obat, 5 Minuman Segar Ini Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Anda

Makan berlebihan bahkan lebih mungkin menyebabkan gejala-gejala ini jika seseorang sudah memiliki masalah gastrointestinal, seperti IBS, tukak lambung, refluks asam lambung, dan GERD.

Sementara itu, konsumsi alkohol dapat menyebabkan diare dengan mempercepat pencernaan, yakni menghentikan usus besar menyerap air dengan baik. Bahkan meminum sedikit alkohol dapat memberikan efek ini.

Penggunaan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai gastritis alkoholik, yaitu iritasi pada lapisan lambung. Gastritis akut dapat terjadi setelah banyak minum minuman keras atau menjadi kronis pada orang yang minum alkohol secara teratur.

Beberapa gejala gastritis yang dapat terjadi meliputi:

  • Sakit atau rasa terbakar pada perut bagian atas
  • Muntah dan mual
  • Perut kembung
  • Regurgitasi
  • Gejala yang membaik atau memburuk setelah makan, tergantung pada makanannya

7. Efek samping pengobatan

Diare dan muntah adalah efek samping dari banyak obat.

Beberapa obat bahkan lebih mungkin menyebabkan gejala ini daripada yang lain. Ini bisa jadi karena cara kerja obat atau karena mengandung zat aditif yang mengiritasi perut.

Usia, kesehatan secara keseluruhan, dan obat lain yang mungkin dikonsumsi juga dapat meningkatkan risiko efek samping.

Obat-obatan yang pada umumnya bisa menyebabkan diare dan muntah antara lain yakni:

  • Antibiotik tertentu
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDS), seperti ibuprofen (Advil) dan aspirin (Bufferin)
  • Obat kemoterapi
  • Metformin (Glucophage, Fortamet)

Salah satu cara antibiotik dapat menyebabkan muntah dan diare adalah dengan membunuh bakteri "baik" yang biasanya hidup di saluran pencernaan.

Hal ini memungkinkan bakteri yang disebut Clostridium difficile untuk tumbuh berlebih, yang dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan keracunan makanan parah.

Baca juga: 15 Penyebab Nyeri Dada dan Sakit Punggung yang Terjadi Bersamaan

Minum obat dengan makanan terkadang bisa meredakan gejala. Bicaralah dengan dokter tentang cara terbaik untuk minum obat Anda.

Kapan harus segera ke dokter?

Seseorang disarankan untuk bisa mengunjungi dokter ketika menderita diare dan muntah yang tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari atau mengalami gejala yang parah.

Merangkum Medical News Today, dehidrasi merupakan komplikasi dari diare dan muntah yang mungkin terjadi. Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan.

Dehidrasi ini perlu ditangani karena dapat membuat sel, jaringan, dan organ tidak berfungsi dengan baik, yang selanjutnya bisa menyebabkan syok dan bahkan kematian.

Dehidrasi ringan dapat dirawat di rumah, tetapi dehidrasi parah memerlukan perawatan darurat di rumah sakit.

Gejala dehidrasi pada bayi, balita, dan anak-anak antara lain:

Sementara, gejala dehidrasi pada orang dewasa meliputi:

  • Sangat haus
  • Mulut kering
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya
  • Urine berwarna gelap
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Penurunan turgor kulit
  • Mata atau pipi cekung (*)
Editor: Rina Eviana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved