Breaking News:

Paket Makanan Misterius Berujung Maut

Viral Bocah SD Meninggal Setelah Makan Sate, Ketua IDI DIY Tekankan Pentingnya Regulasi Pesan Antar

Sebelum membawa sate tersebut pulang ke rumah, Bandiman yang berprofesi sebagai supir ojek online menerima pesanan offline

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
dok.Polsek Sewon
Polsek Sewon melakukan penyelidikan terkait kematian Naba Faiz Prasetya (8) setelah makan sate 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya (8) meninggal dunia setelah memakan sate pada Minggu (25/4/2021).

Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto, mengatakan ayah korban, Bandiman (36), yang membawa sate tersebut.

Sebelum membawa sate tersebut pulang ke rumah, Bandiman yang berprofesi sebagai supir ojek online menerima pesanan offline.

Baca juga: Polsek Sewon Selidiki Penyebab Kematian Naba, Siswa SD di Bantul yang Meninggal Seusai Makan Sate

Baca juga: Kronologi Siswa SD di Bantul Meninggal Setelah Memakan Paket Sate Misterius

Setelah mengirimkan sate tersebut kepada orang yang dituju, orang tersebut tidak merasa mengenal pengirim sate dan menyerahkan sate tersebut kepada Bandiman.

Singkat cerita, Bandiman, istri, dan kedua anaknya memakan sate tersebut hingga mengakibatkan salah satu anaknya, Naba, meninggal dunia setelah memakan bumbu sate yang terasa pahit.

Menanggapi hal ini, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DIY, dr Joko Murdiyanto, enggan banyak berkomentar.

“Perlu dicek di laboratorium, saya enggak berani berkomentar, ini kasus yang sensitif. Tugas polisi mengamankan itu, cek di laboratorium bahan-bahannya,” ungkap Joko kepada Tribunjogja.com, Senin (26/4/2021).

Ia menambahkan, sebagai pelajaran dari kasus ini, pemerintah harus mulai memikirkan regulasi terkait makanan pesan antar.

Sebab, jika tidak berhati-hati, dapat memakan korban sebagaimana kasus ini.

“Zaman sekarang itu harus hati-hati. (Makanan) itu dari mana kita enggak tahu. Warung makan yang menyediakan pesan antar itu datanya harus betul-betul jelas, ini kan susah,” bebernya.

Baca juga: Kasus Viral Anak SD Meninggal Pasca Menyantap Lontong Sudah Ditangani Polres Bantul

Baca juga: Sadis, Setelah Bunuh Suami, Wanita Ini Masih Sempat Makan Sate dengan Selingkuhannya

“Untuk kehati-hatianan, harus ada regulasinya karena ini berdampak pada keselamatan orang. Warung makan yang menerima pesanan harus cek betul yang mengirim dan sebagainya. Keamanan pangan harus terjamin,” sambung Joko.

Joko mencontohkan, regulasi terkait pemberian obat kepada pasien. Yang mana sudah memiliki beberapa aturan ketat, semisal harus diserahkan oleh seorang apoteker, data pasien harus jelas, terdapat tanggal lahir pasien, ada penjelasan efek samping obat, dan sebagainya.

“Pemerintah harus memikirkan. Karena tugasnya melindungi masyarakat. Di balik semua kemudahan-kemudahan itu kita harus lebih berhati-hati,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved