Breaking News:

Koleksi Alquran dari Berbagai Belahan Dunia, Mahyudin Berhasrat Bangun Museum di Yogyakarta

Kemurnian Alquran senantiasa dijaga oleh Allah SWT, layaknya penjelasan di QS Al-Hijr: 9. Karena itu, di belahan dunia manapun, isi dan kandungan

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Mahyudin (kiri) tengah menunjukkan beberapa koleksi Alquran miliknya. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kemurnian Alquran senantiasa dijaga oleh Allah SWT, layaknya penjelasan di QS Al-Hijr: 9. Karena itu, di belahan dunia manapun, isi dan kandungan kitab suci umat muslim ini dipastikan tetap serupa, meski diterjemahkan dengan beragam bahasa yang berlainan.

Adalah sosok bernama Mahyudin Al Mudra, yang tergugah untuk menelisik deretan Alquran yang sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa itu. Bahkan, hingga kini, Mahyudin tercatat sudah mengumpulkan puluhan Alquran, yang didapatnya dari berbagai penjuru dunia.

Koleksinya tersebut, tersimpan rapih di kediamannya, di Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Ya, mulai dari Alquran yang diterjemahkan ke dalam bahasa Cina, Jerman, Turki, Campa hingga Malaysia. Namun, ia tidak menampik, terdapat pula beberapa Alquran yang sulit didapatkan.

Baca juga: Kasus Kejahatan Anak Tinggi, KPAI Yogyakarta Minta Polisi Tertibkan Pengendara di Bawah Umur

"India termasuk yang paling sulit didapatkan, karena di sana ada beberapa jenis Alquran dengan bahasa lokal masing-masing, itu kendalanya, ya," terangnya.

Hal tersebut selaras dengan fenomena Alquran di Indonesia, yang juga diterjemahkan dalam bahasa daerah. Bahkan, ia menyebut, saat ini ada 20 Alquran di tanah air yang telah diartikan dengan bahasa lokal. Oleh sebab itu, untuk mendapatkannya pun cenderung sulit.

"Ada lebih dari 20 yang diterjemahkan dalam bahasa lokal. Tapi, kita baru punya beberapa saja, dua bahasa Jawa yang diterbitkan Kraton (Ngayogyakarta), lalu yang disusun KH Bisri Mustafa dan lainnya ada," ujarnya.

Mahyudin mengisahkan, kegiatan mengoleksi Alquran dari berbagai daerah, serta negara ini, sudah dimulainya sejak kisaran satu tahun terakhir. Ia pun mengandalkan rekan, maupun koneksinya di luar negeri, untuk memperoleh Alquran yang dibidiknya masuk koleksi.

"Semuanya saya dapat dari negara-negara penerbitnya. Alhamdulillah, berkat media sosial, saya jadi punya banyak teman di luar negeri dan bisa minta bantuan. Bahkan, ada,  sebagian besar, yang memberikan secara cuma-cuma, mereka nggak mau diganti," ungkapnya.

Akan tetapi, pria paruh baya itu tak menampik, beberapa bulan belakangan koleksinya mandek dan tidak bertambah, karena dirinya tengah konsentrasi menggalang dana, untuk  pembangunan pesantren Tahfidz Alquran. Tetapi, kini niat menambah koleksi telah muncul kembali.

Pembina Yayasan Suluh Melayu Nusantara itu menuturkan, keinginan mengumpulkan kitab demi kitab dilatarbelakangi oleh beberapa alasan. Salah satunya, untuk menimbulkan kecintaan pada kitab suci Alquran bagi generasi muda, maupun masyarakat pada umumnya.

Baca juga: 5 Hotel di Yogyakarta yang Menawarkan Paket Bukber All You Can Eat di Bawah Rp100 Ribu

"Kedua, untuk menunjukkan bahwasanya Alquran sebagai kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, melalui perantara malaikat Jibril itu, tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia," tegas Mahyudin.

Ia berharap, suatu hari nanti, bisa mewujudkan museum Alquran di Yogyakarta. Museum tersebut kedepannya akan dijadikan satu gedung dengan pesantren Tahfidz Alquran, yang kini diupayakan Yayasan Suluh Melayu Nusantara. Sehingga, tidak sebatas museum mati.

"Makanya, kita bukan hanya membangun sebuah gedung yang memajang Alquran. Tetapi, di sini Alquran juga dibaca, dihafal dan diamalkan," cetusnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved