Berita Kesehatan
Tips Puasa Sehat dan Aman untuk Penderita Diabetes Melitus
Artikel ini membahas tentang penggunaan obat Diabetes pada penderita yang tetap berpuasa Ramadan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Umat Islam di seluruh dunia menyambut dengan suka cita datangnya bulan suci ramadan. Di bulan ini, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda. Selain itu, bulan puasa juga merupakan momen yang sangat baik dalam rangka melatih pengendalian diri.
Oleh sebab itu, meskipun Islam membolehkan orang yang sedang sakit untuk tidak berpuasa, sebagian umat ada yang tetap ingin menjalankan ibadah puasa Ramadhan walaupun memiliki gangguan kesehatan dan harus menggunakan obat secara rutin.
Lalu bagaimana cara mengatur waktu minum obat pada saat puasa supaya tidak mengganggu hasil terapi yang diharapkan?
Baca juga: Inilah Tanda-tanda Pasien Diabetes Harus Segera Membatalkan Puasanya
Puasa tentu akan akan merubah ritme makan, karena pada saat puasa makan hanya dilakukan 2 kali sehari yaitu saat sahur dan berbuka puasa.
Pada gilirannya, kondisi ini juga akan berdampak pada seseorang yang sedang melakukan terapi obat.
Jika konsumsi obat hanya digunakan untuk terapi jangka pendek seperti, influenza atau sakit kepala, yang hanya digunakan bila perlu saja, mungkin tidak akan terlalu signifikan dampaknya.
Namun bagaimana jika seseorang harus mengkonsumsi obat secara rutin setiap hari, seperti pada pasien dengan penyakit Diabetes Melitus?
Mungkinkah penderita Diabetes tetap berpuasa dan tetap terkontrol kadar gula darahnya?
Artikel ini membahas tentang penggunaan obat Diabetes pada penderita yang tetap berpuasa Ramadan.
Baca juga: Tips Puasa Lancar Bagi Penderita Tekanan Darah Rendah
Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus adalah suatu gangguan metabolik dalam tubuh, yang disebabkan karena kurangnya hormon insulin atau resistensi reseptor insulin, atau keduanya, sehingga kadar gula darah meningkat di atas normalnya.
Insulin sendiri adalah suatu senyawa endogen yang memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah membantu transport glukosa dari dalam darah masuk ke dalam sel-sel tubuh yang membutuhkan.
Dengan kurangnya jumlah insulin tubuh, atau kurangnya aktivitas reseptor insulin, maka glukosa yang berasal dari makanan yang kita makan akan tetap tinggal dalam darah.
Darah jadi terasa manis, bahkan glukosa itu pun terbawa sampai ke urin, jadilah pipis kita manis. Makanya dikasih nama "kencing manis".
Baca juga: Rekomendasi Menu Buka Puasa yang Ampuh Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Proses Pengaturan Gula Darah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/insulin-untuk-penderita-diabetes.jpg)