Berita Kesehatan
Tips Puasa Sehat dan Aman untuk Penderita Diabetes Melitus
Artikel ini membahas tentang penggunaan obat Diabetes pada penderita yang tetap berpuasa Ramadan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Sekresi insulin atau keluarnya insulin dari sel beta pancreas dan perubahan simpanan gula dalam hati dan otot berupa glikogen dipicu oleh proses makan pada orang sehat.
Selama puasa, siklus gula cenderung rendah sehingga menyebabkan penurunan sekresi insulin.
Secara bersamaan jumlah hormon lain yaitu glukagon dan katekolamin meningkat, sehingga merangsang pecahnya simpanan gula hati dan bersamaan dengan itu, proses pembentukan gula (glukosa) ditingkatkan.
Semakin lama waktu berpuasa menyebabkan simpanan glikogen makin menipis dan rendahnya siklus insulin memungkinkan peningkatan pelepasan asam dari adiposit (sel lemak).
Oksidasi asam lemak menghasilkan keton yang digunakan sebagai bahan bakar aktivitas organ tubuh sehingga hemat gula digunakan untuk aktivitas otak dan sel darah merah.
Singkatnya, semakin lama seseorang berpuasa maka,makin sedikit jumlah energi yang dihasilkan untuk aktivitas tubuh, sehingga tubuh membentuk energi dari sumber lain seperti lemak.
Pada tubuh yang sehat, diperlukan penyesuaian perubahan pola makan. Jika biasanya pada pagi hari kita sarapan, kemudian waktu sarapan berubah menjadi pukul 3 pagi, akan terjadi penyesuaian keluarnya insulin untuk memproses makanan menjadi energi.
Terlebih pada tubuh dengan diabetes, diperlukan proses perubahan dari waktu makan ke puasa singkat dan panjang yang dibantu oleh serangkaian metabolisme kompleks.
Apakah Orang dengan Diabetes Boleh Puasa?
Kondisi sakit Diabetes perlu dipertimbangkan ketika seseorang memutuskan akan puasa atau tidak.
Mereka yang berisiko tinggi tidak disarankan berpuasa, karena dapat menyebabkan masalah dalam kesehatan.
Seseorang disebut memiliki risiko sangat tinggi jika ia memiliki diabetes saat hamil, diabetes tipe 1, penderita yang tidak dapat mengontrol gula darahnya dengan baik, sering mengalami hipoglikemi (penurunan kadar gula darah) yang berat atau ketoasidosis (darahnya asam karena tingginya jumlah benda keton) berulang, terutama dalam 3 bulan terakhir menjelang bulan Ramadhan.
Puasa tidak dianjurkan juga bagi :
- Penderita Diabetes yang tidak mematuhi diet, pemakaian obat dan pengaturan aktivitas harian.
- Penderita Diabetes yang disertai komplikasi serius seperti jantung, ginjal, hati, dan hipertensi (tekanan darah tinggi) yang tidak terkendali.
- Penderita Diabetes yang sedang mengalami infeksi.
- Penderita Diabetes dengan usia tua dan mengalami masalah ketidakpedulian terhadap hipoglikemi.
Puasa masih diperbolehkan bagi penderita diabetes dengan kriteria berikut :
- Penderita Diabetes tipe 1 (diabetes karena kurangnya produksi insulin) yang terkendali dengan perencanaan makan dan olahraga.
- Penderita Diabetes tipe 2 (diabetes akibat kurang peka nya tubuh terhadap insulin) dengan berat badan lebih serta kontrol yang baik dan pengawasan gula darah secara ketat.
- Penderita Diabetes yang mendapat suntikan insulin satu kali sehari.
Penderita Diabates yang hendak melakukan puasa ramadhan, sebaiknya membicarakan rencana tersebut kepada dokter yang menangani masalah kesehatannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/insulin-untuk-penderita-diabetes.jpg)