Penyakit Diabetes
Inilah Tanda-tanda Pasien Diabetes Harus Segera Membatalkan Puasanya
Pasien Diabetes harus menyadari tanda-tanda puasa tersebut harus dibatalkan demi mempertahankan kesehatan dirinya
Tribunjogja.com - Penderita Diabetes tidak boleh sembarangan dalam menjalankan ibadah puasa.
Pasalnya, puasa bisa menurunkan gula darah dalam jumlah yang cukup banyak.
Kondisi tersebut dikenal dengan sebutan hipoglikemia yang bisa menyebabkan pasien gemetar, pingsan, atau bahkan koma.
Ketika tiba waktunya berbuka, pasien Diabetes juga bisa mengalami lonjakan kadar gula darah yang terlalu tinggi atau hiperglikemia.
Lalu kondisi seperti apa pasien Diabetes harus segera membatalkan puasanya?
Dr. Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia dalam program Health Corner di Radio Sonora FM menyebtukan bahwa puasa tetap bisa dijalankan oleh pasien .
Meski demikian, pasien Diabetes harus menyadari tanda-tanda puasa tersebut harus dibatalkan demi mempertahankan kesehatan dirinya.
“Jangan ragu-ragu membatalkan, karena lebih baik batal satu hari, daripada gara-gara maksain puasa, kemudian besoknya tumbang dua sampai tiga hari sakit,” tegas dr. Santi.
Baca juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Penderita Diabetes Agar Tetap Aman Berpuasa di Bulan Ramadan
Beberapa tanda yang harus diketahui adalah:
1. Kadar gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi
“Apa bila gula darahnya di bawah 70 atau di atas 300,” sambungnya.
Hipoglikemi atau hiperglikemi
“Terdapat tanda-tanda hipoglikemi atau tanda-tanda hiperglikemi,” ujar dr. Santi.
Baca juga: 5 Tanaman yang Miliki Sifat Anti-Diabetes, Mampu Kendalikan Kadar Gula Darah
Gula darah terlampau rendah atau hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah angka normal, sedangkan hiperglikemia adalah kondisi kadar gula darah tinggi yang biasanya terjadi atau ditemukan pada pasien diabetes melitus.
Kedua hal ini menunjukkan tanda-tanda atau gejala, sehingga pasien harus tahu gejala atau tandanya sebagai warning untuk menghentikan puasa.
2. Tanda penyakit akut
“Atau ada tanda-tanda penyakit yang akut. Jangan ragu-ragu untuk membatalkan,” tegas dr. Santi.(Sonora.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hubungan-diabetes-melitus-tipe-2-dengan-sering-sarapan.jpg)