Penyakit Diabetes

Inilah Tanda-tanda Pasien Diabetes Harus Segera Membatalkan Puasanya

Pasien Diabetes harus menyadari tanda-tanda puasa tersebut harus dibatalkan demi mempertahankan kesehatan dirinya

Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Ilustrasi sarapan bergizi 

Tribunjogja.com - Penderita Diabetes tidak boleh sembarangan dalam menjalankan ibadah puasa.

Pasalnya, puasa bisa menurunkan gula darah dalam jumlah yang cukup banyak.

Kondisi tersebut dikenal dengan sebutan hipoglikemia yang bisa menyebabkan pasien gemetar, pingsan, atau bahkan koma.  

Ilustrasi luka diabetes di kaki
Ilustrasi luka diabetes di kaki (Shutterstock/ROOMPHOTO)

Ketika tiba waktunya berbuka, pasien Diabetes juga bisa mengalami lonjakan kadar gula darah yang terlalu tinggi atau hiperglikemia.

Lalu kondisi seperti apa pasien Diabetes harus segera membatalkan puasanya?

Dr. Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia dalam program Health Corner di Radio Sonora FM menyebtukan bahwa puasa tetap bisa dijalankan oleh pasien .

Meski demikian, pasien Diabetes harus menyadari tanda-tanda puasa tersebut harus dibatalkan demi mempertahankan kesehatan dirinya.

“Jangan ragu-ragu membatalkan, karena lebih baik batal satu hari, daripada gara-gara maksain puasa, kemudian besoknya tumbang dua sampai tiga hari sakit,” tegas dr. Santi.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Penderita Diabetes Agar Tetap Aman Berpuasa di Bulan Ramadan

Beberapa tanda yang harus diketahui adalah:

1. Kadar gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi

Ilustrasi tes gula darah.
Ilustrasi tes gula darah. (https://pixabay.com)

“Apa bila gula darahnya di bawah 70 atau di atas 300,” sambungnya.

Hipoglikemi atau hiperglikemi

“Terdapat tanda-tanda hipoglikemi atau tanda-tanda hiperglikemi,” ujar dr. Santi.

Baca juga: 5 Tanaman yang Miliki Sifat Anti-Diabetes, Mampu Kendalikan Kadar Gula Darah

Gula darah terlampau rendah atau hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah angka normal, sedangkan hiperglikemia adalah kondisi kadar gula darah tinggi yang biasanya terjadi atau ditemukan pada pasien diabetes melitus.

Kedua hal ini menunjukkan tanda-tanda atau gejala, sehingga pasien harus tahu gejala atau tandanya sebagai warning untuk menghentikan puasa.

2. Tanda penyakit akut

“Atau ada tanda-tanda penyakit yang akut. Jangan ragu-ragu untuk membatalkan,” tegas dr. Santi.(Sonora.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved