Breaking News:

Kabupaten Sleman

Mudik Dilarang, PHRI Sleman : Berat, Kondisi Hotel dan Resto Masih Prihatin

Sejak dihantam pandemi, bisnis pariwisata termasuk hotel dan restoran kondisinya memprihatinkan.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Sleman, Joko Paromo menilai kebijakan pemerintah yang melarang mudik lebaran 2021 sangat memberatkan, di tengah upaya untuk bangkit akibat pandemi corona.

Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi.

Sebab, dengan kebijakan itu, berarti pemerintah peduli dengan rakyat karena diharapkan dapat mengurangi penularan. 

"Adanya larangan mudik ini, sebenarnya berat. Bukan hanya di Sleman, di daerah lain juga keberatan. Tapi mau bagaimana. Dengan kebijakan ini, artinya pemerintah juga peduli dengan rakyat, untuk mengurangi penularan COVID-19," ujar dia, Jumat (16/4/2021).  

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021 Berdampak bagi PHRI hingga Pengelola Wisata di Kulon Progo

Ia berharap, COVID-19 ini segera berakhir.

Pasalnya, sejak dihantam pandemi, bisnis pariwisata termasuk hotel dan restoran kondisinya memprihatinkan.

Bahkan, hingga kini masih sepi. 

"Kondisinya sekarang masih sepi. Belum bagus. Buka bersama (ramadan) juga belum ramai, karena kan ada pembatasan saat bergerombol. Jadi, hotel dan resto masih prihatin," ungkap Joko.

Perhimpunan Hotel dan Restoran di Kabupaten Sleman memiliki 120 anggota.

Menurut Joko, hampir semuanya sudah buka dan menerapkan protokol kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved