Kabupaten Kulon Progo
Larangan Mudik Lebaran 2021 Berdampak bagi PHRI hingga Pengelola Wisata di Kulon Progo
PHRI meminta instansi pemerintah setempat untuk membelanjakan kegiatannya menggunakan dana APBD maupun APBN.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah resmi melarang masyarakat untuk mudik lebaran 2021.
Hal itu tentunya memberikan dampak yang cukup besar bagi usaha jasa pariwisata (UJP) yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kulon Progo.
Ketua BPC PHRI Kulon Progo, Sumantoyo mengatakan selain berkunjung ke sanak keluarga, biasanya masyarakat yang mudik akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata.
Dengan begitu, mereka juga membutuhkan jasa akomodasi, restoran, hotel dan lain-lain.
Namun, ketika ada larangan mudik tentunya sangat berpengaruh.
Baca juga: Telah Ikuti Pelatihan CHSE, Tujuh Desa Wisata di Gelang Projo Kulon Progo Siap Terima Wisatawan
"Kalau tahun lalu, kita berkomitmen yang penting menyelamatkan karyawan. Tetapi kalau larangan mudik betul-betul dilakukan mau tidak mau kita akan mengorbankan mereka. Sekarang saja karyawan sudah di roling artinya libur 2 hari masuk 2 hari," ucapnya, Rabu (14/4/2021).
Apalagi selama Ramadan ini hampir tidak ada aktivitas untuk kegiatan hotel dan restoran.
Sehingga pihaknya berharap pemerintah sedikit memberikan kelonggaran.
Artinya mudik tetap diperbolehkan tetapi protokol kesehatan (prokes) tetap dijalankan secara ketat.
Dikarenakan UJP yang telah tergabung di PHRI sudah mengantongi sertifikat CHSE.
Selain itu, ia juga meminta instansi pemerintah setempat untuk membelanjakan kegiatannya menggunakan dana APBD maupun APBN khususnya di restoran seperti buka puasa bersama.
Serta kebijakan lain yang ditunggu misalnya pemberian subsidi listrik yang membutuhkan biaya cukup besar.
Kondisi serupa turut dirasakan oleh Pengelola Bukit Wisata Pule Payung, Dani Inung Nugraha.
Baca juga: Belasan Ribu Wisatawan Kunjungi Sejumlah Destinasi Wisata di Kulon Progo Selama Libur Paskah
Sebab, kunjungan wisatawan ketika mudik lebaran merupakan andalan bagi destinasi wisata.
Apalagi sekarang ini pihaknya hanya mengandalkan wisatawan lokal (wislok).
Sedangkan minat wislok untuk berwisata sangat kecil.
Sehingga ia harus banting setir untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Yang semula hanya mengandalkan spot-spot foto harus mengupgrade dengan membuat sebuah kafe.
Tentunya dengan harga yang terjangkau dan menarik wislok. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kulonprogo_20180731_185841.jpg)