Breaking News:

Berita Kesehatan

Efek Buruk Terlalu Sering Menggunakan Obat Pereda Nyeri Saat Sakit Kepala

obat sakit kepala yang umum adalah jenis obat analgesik yang merupakan obat pereda nyeri yang sering dikonsumsi untuk mengurangi sakit kepala.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagian orang ada yang kecanduan obat penghilang rasa sakit atau obat sakit kepala begitu ia merasakan gejala tersebut. Nahasnya, sakit kepala bisa datang beberapa kali dalam sepekan. Sehingga ia pun akan semakin sering mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit tersebut.

Pertanyaannya, apa saja efek buruk menggunakan obat sakit kepala yang terlalu sering?

Sebagai informasi, obat sakit kepala yang umum adalah jenis obat analgesik yang merupakan obat pereda nyeri yang sering dikonsumsi untuk mengurangi sakit kepala.

Di antaranya termasuk parasetamol, obat anti-inflamasi nonsteroid dan opioid.

Dikutip Tribun Jogja dari kompas.com, menyalahgunakan obat, menggunakannya secara berlebihan dan meminumnya untuk jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan rasa sakit yang melemahkan, yang memengaruhi tingkat produktivitas.

Diagnosis dapat dibuat jika seseorang menderita sakit kepala selama lebih dari 15 hari dalam sebulan selama minimal tiga bulan, sebagai akibat dari mengonsumsi obat anti-migrain secara berlebihan.

Sakit kepala rebound seringkali disertai dengan mual, sensitivitas cahaya dan suara, insomnia dan sembelit.

Wanita lebih sering terkena kondisi ini daripada pria.

Ini juga lazim di antara orang-orang dengan depresi dan kecemasan, serta orang-orang dengan kondisi nyeri kronis lainnya.

Menurut sebuah artikel baru-baru ini di Harvard Health Publishing, ada beberapa obat yang menyebabkan sakit kepala berulang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved