Breaking News:

Cuaca Ekstrem Efek Siklon Seroja, BPBD dan SAR Gunungkidul Lakukan Antisipasi

Keberadaan Siklon Seroja yang masih terbentuk diperkirakan akan berefek pada kondisi cuaca di wilayah DIY, termasuk Gunungkidul.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Awan mendung bergelayut di langit Wonosari, Gunungkidul pada Rabu (07/04/2021) sore lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Keberadaan Siklon Seroja yang masih terbentuk diperkirakan akan berefek pada kondisi cuaca di wilayah DIY, termasuk Gunungkidul.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga SAR pun melakukan antisipasi.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki menyampaikan pihaknya saat ini semakin meningkatkan kewaspadaan. Apalagi mengingat hujan deras disertai angin kencang kerap menerpa.

"Lewat radio hingga media sosial rutin kami sampaikan agar relawan hingga kalurahan lebih waspada," kata Edy pada Kamis (08/04/2021).

Baca juga: Calon Jemaah Haji di Klaten Sudah Masuk Daftar Penerima Vaksin COVID-19

Menimbang kondisi cuaca ekstrem, BPBD Gunungkidul pun kini lebih intens berkomunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Secara periodik, prakiraan cuaca terkini selalu diinformasikan.

Menurut Edy, BMKG menginformasikan Siklon Seroja mulai memudar. Namun ada kemungkinan munculnya bibit siklon lain sehingga sejumlah daerah perlu waspada.

"Apalagi efeknya selalu berupa hujan deras disertai angin, tapi langkah antisipasi sendiri sudah kami lakukan sejak awal tahun," jelasnya.

Adapun antisipasi yang dimaksud Edy adalah pemangkasan pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang. Koordinasi dengan Forum Pengurangan Bencana Tingkat Kalurahan pun sudah dilakukan.

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko sudah memberikan imbauan ke para nelayan. Mereka diminta untuk tidak melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

"Apalagi prediksinya ada peningkatan ketinggian gelombang akhir pekan ini. Kalau saat ini kondisi masih landai," kata Sunu.

Terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas membenarkan bahwa hingga saat ini Siklon Seroja masih terbentuk. Namun posisinya saat ini menjauhi Indonesia ke arah barat.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Teramati 2 Kali Awan Panas Guguran Siang Ini, Jarak Luncur Hingga 1,5 Km

Namun siklon tersebut menyebabkan terbentuknya palung udara tekanan rendah. Menurutnya, hal itu memicu terbentuknya awan-awan hujan ke sejumlah wilayah, termasuk DIY.

"DIY umumnya berpotensi mengalami hujan sedang-lebat selama beberapa hari ke depan," jelas Reni.

Ia juga menambahkan Siklon Seroja akan bertahan setidaknya selama 7 hari. Merujuk dari terbentuknya pada 4 April lalu, diprediksi siklon akan punah dalam waktu 3-4 hari ke depan. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved