Breaking News:

Kota Yogyakarta

Proses Pendataan Keluarga di Kota Yogya Dimulai, Wali Kota Haryadi Suyuti Jadi Sasaran Pertama

Proses pendataan keluarga di Kota Yogyakarta resmi dilaksanakan per Senin (5/4/2021), dengan sasaran pertama Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wali Kota Haryadi Suyuti menemui petugas pendataan keluarga di ruang kerjanya, di komplek Balai Kota Yogyakarta, Senin (5/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Proses pendataan keluarga di Kota Yogyakarta resmi dilaksanakan per Senin (5/4/2021), dengan sasaran pertama Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti.

Terdapat 97.242 keluarga yang nantinya bakal disasar hingga 31 Mei.

Haryadi berujar, pendataan keluarga wajib mengedepankan keterbukaan, lantaran hasilnya sangat berarti bagi ketepatan sasaran pembangunan.

Sehingga, seluruh warga kota pelajar, baik penduduk asli atau bukan, harus bersedia didata.

Baca juga: Sebanyak 25 Persen UKM Tidak Berizin, Pemkot Yogyakarta Dorong Kepemilikan IUM

"Jadi, jangan menutup diri. Jika sedang berhalangan, maka agendakan waktu lain untuk bisa didata. Saya juga berharap supaya semuanya dijawab dengan jujur," terangnya.

Wali Kota mengatakan, meski sasarannya berbasis keluarga, bukan tidak mungkin jangkauannya diperluas.

Alhasil, warga indekos, asrama, maupun siswa-siswi pondok pesantren, ke depannya ada kemungkinan akan ikut pendataan.

"Kepentingan pendataan ini bukan hanya untuk Pemkot, ya, tetapi semua warga. Ke depan, banyak program pemerintah daerah, dan itu harus tepat sasaran," cetus Haryadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Yogyakarta, Edy Muhammad menyampaikan, pendataan  dilakukan langsung oleh petugas ke rumah warga. 

Baca juga: Amankan Deretan Aset, Pemkot Yogya Bakal Realisasikan Bank Tanah

"Semua keluarga yang bertempat tinggal di Kota Yogyakarta akan menjadi sasaran pendataan, meski tidak mengantongi KTP atau KK Kota Yogyakarta sekalipun," ucapnya.

Walaupun menggunakan sistem tatap muka, ia memastikan seluruh kegiatan yang kaitannya dengan pendataan, tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan.

Sehingga, potensi penularan virus corona pun dapat terminimalisir.

"Petugas akan memanfaatkan smartphone guna menunjang proses pendataan. Dengan begitu, kontak langsung bisa dikurangi, sekaligus mempersingkat waktu," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved