Breaking News:

Marak Penggeledahan Terduga Teroris di Wilayah DIY, Sri Sultan HB X Minta 'Jaga Warga' Dioptimalkan

Kelompok tersebut harapannya dapat melakukan pengawasan serta mencegah masuknya orang terindikasi teroris di kampung atau desa. 

Tribun Jogja/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (5/4/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X angkat bicara mengenai maraknya tindakan penggeledahan terkait dugaan terorisme oleh Densus 88 Antiteror Polri di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sri Sultan HB X meminta agar peran kelompok 'Jaga Warga' dioptimalkan.

Kelompok tersebut harapannya dapat melakukan pengawasan serta mencegah masuknya orang terindikasi teroris di kampung atau desa. 

Untuk diketahui, Jaga Warga merupakan program yang diinisiasi Pemda DIY dalam rangka pengoptimalan peran, komunikasi warga, dan perangkat desa dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di masing-masing wilayah. 

Baca juga: Sederet Fakta Densus 88 Geledah Rumah di Mantrijeron Yogyakarta, Barang Bukti hingga Kesaksian Warga

Baca juga: UPDATE Kronologi dan Fakta Penggeledahan oleh Densus 88 di Mantrijeron

Upaya itu termaktub dalam Peraturan Gubernur DIY No. 9 Tahun 2015 tentang Jaga Warga.

"Kami ada Pergub untuk Jaga Warga, mungkin per kelurahan ada 25 orang. Ya kalau untuk kerukunan warga mereka yang bertanggung jawab di bawah koordinasi pejabat setempat di level desa," jelas Sri Sultan HB X saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin  (5/4/2021).

Suasana jalan di depan rumah yang digeledah oleh Densus 88 di Jalan Suryadiningratan, Kampung Kumendaman, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Minggu (4/4/2021).
Suasana jalan di depan rumah yang digeledah oleh Densus 88 di Jalan Suryadiningratan, Kampung Kumendaman, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Minggu (4/4/2021). (TRIBUN JOGJA/MIFTAHUL HUDA)

Selain itu, Raja Keraton Yogyakarta ini menganggap bahwa langkah yang ditempuh Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror dapat meredam aksi terorisme di wilayah ini.

"Saya dengan ditangkap itu malah senang, dalam arti kecenderungan untuk terjadi sesuatu yang menimpa Yogya berkurang. Kan begitu," terang Sri Sultan.

Baca juga: Ada Dua Perempuan Saat Densus 88 Geledah Rumah di Mantrijeron

Baca juga: Begini Kesaksian Ketua RT Soal Penggeledahan oleh Densus 88 di Mantrijeron

Hanya saja, hingga saat ini Sri Sultan belum mengetahui detail identitas individu yang terlibat aksi terorisme di wilayah yang dia pimpin.

Apakah pelaku teror itu merupakan warga lokal atau kah seorang pendatang yang menganggap DIY aman untuk dijadikan tempat persembunyian. 

"Saya nggak tahu persis ya, itu (teroris) memang orang Yogya atau  non Yogya tapi ndelik (bersembunyi), atau memang berdomisili di Yogya. Baik orang Yogya asli atau pendatang tapi memang saya belum tahu persis," papar Sri Sultan. (*)

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved