Kabupaten Bantul

Bupati Bantul Kaget Empat Rumah Warganya Digeledah Densus 88

Masyarakat harus lebih waspada setelah adanya peristiwa penangkapan dan penggeledahan rumah warga Bantul oleh Densus 88.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Rumah empat warga di Kabupaten Bantul digeledah Densus 88 karena diduga menjadi bagian dari jaringan teroris.

Penggeledahan pertama dilakukan di rumah W (45) di RT 03 Padukuhan Widoro, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Jumat (02/04/2021).

Pada saat yang hampir bersamaan, rumah milik KB (40) di RT 02 Padukuhan Segoroyoso I, Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret juga digeledah oleh Densus 88.

Hari berikutnya, Sabtu (03/04/2021), rumah DK (39) di RT 02 Padukuhan Jotawang, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon digeledah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Lagi, Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Bantul untuk Keempat Kalinya

Terakhir pada Minggu (04/04/2021) rumah di RT 06 Padukuhan Jomboran, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon  Pandak milik DS (38) digeledah Densus 88.

Bupati Bantul, Abdu Halim Muslih tidak menyangka ada warga Bantul yang masuk dalam jaringan teroris.

Ia pun kaget karena ada warganya yang harus ditangkap oleh Densus 88.

Menurut dia, masyarakat harus lebih waspada setelah adanya peristiwa penangkapan dan penggeledahan rumah warga Bantul oleh Densus 88.

"Saya terkejut dan tidak menduga ada warga Bantul yang terduga teroris. Ini kan membuat kita semakin waspada. Dan tentu saja untuk menyosialisasikan model keagamaan yang toleransi, dan mengedepankan kedamaian antar sesaa umat," katanya, Senin (05/04/2021).

Ia berharap warga Bantul tidak terprovokasi dan tidak terpengaruh pada pandangan radikal dan antitoleransi.

Sehingga Kabupaten Bantul menjadi kabupaten yang aman, damai, dan masyarakatnya guyup rukun.

"Islam itu mengajarkan toleransi. Sehingga kami secara persuasif akan menyosialisasikan toleransi antar umat beragama,"ujarnya.

Baca juga: Fakta-fakta Penangkapan Terduga Teroris dan Penggeledahan 2 Rumah di Bantul

Halim juga berpesan agar masyarakat lebih selektif dalam memberikan infaq.

Sebab jika tidak  teliti, maka infaq bisa digunakan sebagai alat untuk pendanaan terorisme.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved