Densus 88 Gerebek Rumah di Bantul
Densus 88 Bawa Barang Sebanyak 14 Boks dari Rumah Warga Sewon Bantul
Saat penggeledahan, ada sejumlah barang yang dibawa oleh Densus 88. Syafii tidak hapal, apa saja barang yang dibawa oleh aparat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Sigit Widya
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Densus 88 mengamankan sekaligus menggeledah rumah seseorang di Padukuhan Widoro, Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Jumat (2/4/2021).
Inisial warga yang diamankan adalah W.
Ketua RT setempat, Syafii, membenarkan kejadian tersebut.
"Iya, benar," katanya saat ditemui Tribunjogja.com, Jumat petang.
Baca juga: BREAKING NEWS: Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Sewon Bantul
Syafii mengaku didatangi oleh anggota Densus 88 sekira pukul 08.00 WIB.
Ia diminta untuk tidak ke mana-mana.
Sebab, katanya, akan ada pengeledahan di rumah seorang warga berinisial W.
Syafii diminta untuk tidak bercerita kepada siapapun.
Kebetulan, rumah W tidak begitu jauh dari kediaman Syafii.
Rumah W digeledah oleh Densus 88 sekira pukul 13.00 sampai 16.00 WIB.
"Saya hanya diminta menyaksikan. Saya nggak boleh ambil gambar," katanya.
Baca juga: Penjelasan Lurah Bangunharjo Bantul Terkait Penangkapan Terduga Teroris oleh Tim Densus 88 Polri
Saat penggeledahan, menurutnya, ada sejumlah barang yang dibawa oleh Densus 88.
Syafii tidak hapal, apa saja barang yang dibawa oleh aparat dari rumah W.
Sebab, ada bermacam-macam dan dimasukkan dalam boks.
Jumlahnya, seingat Syafii, sekitar 14 boks.
"Sekilas ada rompi dan busur," kata pria berusia 41 tahun itu.
Saat penggeledahan, di dalam rumah tidak ada W.
Padahal, sehari sebelumnya, ia masih melihatnya.
Syafii lantas bertanya ke aparat, di mana keberadaan warganya tersebut.
"Katanya sudah diambil Jumat pagi, pukul 06.00 WIB," bebernya.
Berdasarkan informasi yang diterima Syafii, W diamankan di sebelah utara desa.
Baca juga: KRONOLOGI Penggeledahan Rumah Terduga Teroris di Bantul oleh Densus 88, Amankan Anak Panah
Syafii menuturkan, W selama ini terlihat seperti warga lain.
Sebagai ketua RT, ia mengaku tidak melihat ada sesuatu yang mencurigakan dalam diri W.
"Sering tegur sapa," katanya.
Syafii sering bertemu dan ngobrol dengan W.
Sekitar tiga bulan lalu, kata Syafii, W bekerja sebagai penjual soto di pinggiran kampung.
Namun, belakangan ini, W sudah tidak pernah berjualan soto.
Baca juga: BREAKING NEWS: Densus 88 Juga Lakukan Penangkapan di Berbah Sleman
Syafii tidak tahu apa pekerjaan W sebelum berjualan soto.
Setahu Syafii, W bekerja sebagai penyalur bantuan dari sebuah organisasi.
"Persisnya apa dan bagaimana, saya tidak tahu," pungkasnya. (Tribunjogja)