Densus 88 Gerebek Rumah di Bantul

KRONOLOGI Penggeledahan Rumah Terduga Teroris di Bantul oleh Densus 88, Amankan Anak Panah

"Tadi pagi ada mobil yang datang, kemudian saya sama istri menengok. Lalu istri saya memotret, setelah itu yang di dalam mobil keluar, minta untuk

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
SHUTTERSTOCK.com
ilustrasi anak panah 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Densus 88 mengamankan seorang terduga teroris di Kabupaten Bantul.

Selain itu, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris tersebut.

Tepatnya di RT 03, Padukuhan Widoro, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.

Baca juga: BREAKING NEWS: Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Sewon Bantul

Ketua RT 03, M Syafii mengatakan warganya yang diamankan oleh Densus 88 adalah W (45).

Ia tidak tahu kapan W diamankan oleh Densus 88. Hanya saja, ia diminta untuk menjadi saksi dalam penggeledahan di rumah W. 

"Tadi pagi ada mobil yang datang, kemudian saya sama istri menengok. Lalu istri saya memotret, setelah itu yang di dalam mobil keluar, minta untuk tidak motret. Cuma bilang kalau dari Densus 88 akan melakukan penggeledahan, dan saya diminta jadi saksi," katanya, Jumat (02/04/2021).

"Kalau kapan ngambilnya (mengamankan) tidak tahu. Kayaknya pagi, setelah subuh atau kapan tidak tahu. Tetapi penggeledahannya siang," sambungnya.

Penggeledahan dilaksanakan sekitar pukul 13.00, setelah Salat Jumat.

Penggeledahan, lanjut dia, berlangsung cukup lama. Penggeledahan diperkirakan selesai pukul 16.00.

Pada saat penggeledahan ia melihat ada beberapa barang-barang yang dibawa oleh Densus 88.

Ia melihat ada busur, anak panah, buku-buku, senjata yang diduga senapan angin.

"Ada sekitar 14 kelompok, semua membawa barang-barang. Saya cuma diminta untuk menyaksikan saja, dan tanda tangan berita acara. Ada beberapa yang dibawa, senjata yang digunakan untuk berburu burung. Bahan peledak tidak ada," lanjutnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Densus 88 Juga Lakukan Penangkapan di Berbah Sleman

Terkait keseharian W, ia menyebut sosoknya biasa saja dan tidak terlalu tertutup.

Keluarga W sudah lama tinggal di RT 03, sebab istri W merupakan warga Padukuhan Widoro.

Namun sebelum pindah ke RT 03, W diketahui tinggal di RT 06.

"Kesehariannya ya jualan soto. Biasa saja, kalau tertutup banget sih enggak,"bebernya. 

Terpisah, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto mengatakan pihaknya belum mendapat informasi terkait penangkapan terduga teroris.

"Saya belum tahu infonya," ujarnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved