Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Larangan Mudik Lebaran 2021, Bupati Gunungkidul Minta Warga Bersabar

Bupati Gunungkidul Sunaryanta turut berkomentar terkait ditangguhkannya mudik Idul Fitri di 2021 ini.

TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul Sunaryanta 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul Sunaryanta turut berkomentar terkait ditangguhkannya mudik Idul Fitri di 2021 ini.

Adapun kebijakan resmi tersebut diumumkan pemerintah pusat pada Jumat (26/03/2021).

Ia meminta warganya untuk bersabar dan menerima keputusan tersebut. Khususnya disampaikan pada warga perantauan.

Baca juga: Piala Menpora 2021: Prediksi Bali United Vs Persiraja Banda Aceh, Waspadai Kejutan Laskar Rencong

"Tetap bersabar untuk tidak mudik sementara waktu demi kebaikan bersama," kata Sunaryanta, Minggu (28/03/2021).

Ia menyatakan akan mengikuti apa yang disampaikan pemerintah pusat. Sebab ia yakin keputusan itu dibuat dengan pertimbangan matang dan demi kebaikan masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Sunaryanta pun mengimbau warganya untuk mematuhi kebijakan tersebut. Ia optimistis jika hal itu dipatuhi, maka pandemi bisa segera mereda dan warga bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.

"Toh keluarga saya juga ada yang di Jakarta, kalau mereka tidak bisa pulang ya sudah menyediakan saja," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan akan menunggu instruksi resmi dari Pemda DIY terkait larangan mudik 2021.

Sebab diperlukan pembahasan bersama untuk menentukan teknis larangan. Terutama mengantisipasi lonjakan pemudik menjelang Lebaran nanti.

"Kemungkinan antisipasinya bisa seperti tahun lalu, namun perlu ditentukan bentuknya seperti apa," kata Wahyu.

Baca juga: Digelar Secara Daring, Dharma Santi Nasional Hari Suci Nyepi 2021 Dipusatkan di Candi Prambanan

Tahun lalu, Dishub bersama Polres Gunungkidul membuat sistem penyekatan. Posko-posko pun didirikan di jalur utama yang berada di perbatasan kabupaten.

Saat itu, kendaraan plat nomor luar daerah dengan penumpang beridentitas luar dilarang melintas. Petugas di posko akan mengarahkan kendaraan tersebut untuk berputar balik arah.

"Namun kebijakan seperti itu tetap memerlukan koordinasi dengan kepolisian, demi menentukan bentuk antisipasinya," kata Wahyu. (alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved