DLH Bantul Bakal Bangun Intermediete Transfer Facility (ITF) Untuk Kelola Sampah

Kepala DLH Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan ITF merupakan tempat pengolahan sampah sementara sebelum sampah dikirim ke TPA Piyungan.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul terus berupaya mengelola sampah di Kabupaten Bantul.

Salah satunya dengan membangun Intermediete Transfer Facility (ITF).

Kepala DLH Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan ITF merupakan tempat pengolahan sampah sementara sebelum sampah dikirim ke TPA Piyungan.

Baca juga: Pemda DIY Buka Kemungkinan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Masjid

Dalam pengolahannya, akan ada teknologi khusus yang dapat mengurangi sampah.

"Kami belum ada rencana pembangunan TPA seperti Piyungan, karena pasti membutuhkan lahan yang luas, dan tentu kita harus mempertimbangkan lokasi. Ke depan kami akan mencoba membangun ITF, jadi piye carane (bagaimana caranya) agar sampah yang dibuang ke Piyungan itu sedikit," katanya, Rabu (24/03/2021).

Pihaknya telah melakukan kajian terkait ITF pada 2020 lalu.

Tujuan dari kajian tersebut adalah untuk mencari teknologi yang tepat agar pengolahan sampah efektif.

Untuk membangun ITF memang membutuhkan waktu yang panjang. Selain perlu melakukan kajian, DLH Kabupaten Bantul juga harus mencari alternatif lokasi hingga menentukan anggaran.

"Tetapi kemarin terdampak refokusing anggaran (tahun 2020), jadi belum bisa kami lanjutkan. Ini jadi target jangka menengah, lima tahunan ini supaya bisa terlaksana," terangnya. 

Ia melanjutkan sampah merupakan permasalahan bersama. Untuk itu pihaknya terus mendorong pengurangan sampah di tingkat masyarakat lebih besar.

Untuk itu pihaknya memberdayakan masyarakat  dengan fasilitas TPS3R.

Baca juga: Ini Area di SMK Negeri 1 Depok Sleman yang Terdampak Jalan Tol Yogya-Solo, Dua Pintu Masuk Tergusur

Program tersebut nyatanya berhasil mengurangi sampah di Kabupaten Bantul.

Ari menyebut dari 350 sampai 400 ton potensi sampah per hari, 40 persennya berhasil dikurangi dengan pemilahan.

Namun ia tak memungkiri masih ada sampah yang belum terkelola. Hal itu karena masih ada masyarakat yang membuang sampah ke sungai.

"Kemampuan kami dalam menangani sampah hanya 22 persen, kalau bukan peran masyarakat tentu kami tidak bisa. Untuk pengelolaan sampah justru lebih besar dari pengurangannya, sekitar 40 persen. Ini karena peran masyarakat, ada ratusan bank sampah, kemudian banyak BUMDes yang bergerak di bidang pengolahan sampah," lanjutnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved