Breaking News:

Mudik Tak Dilarang, Dinas Perhubungan Prediksi Lebih Dari 6.000 Kendaraan Masuk Bantul Tahun Ini

Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul memperkirakan ada lonjakan pemudik pada lebaran 2021.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul memperkirakan ada lonjakan pemudik pada lebaran 2021.

Hal itu karena tidak adanya larangan mudik oleh pemerintah pusat. 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Aris Suhariyanto mengatakan lonjakan pemudik terjadi karena pada lebaran 2020 pemerintah melarang mudik lebaran.

Baca juga: AC MILAN vs MAN UNITED: Pioli Ungkap Apa yang Harus Dilakukan Rossoneri untuk Kalahkan Setan Merah

Dengan demikian, pemudik yang tahun lalu tidak pulang akan memutuskan untuk mudik tahun ini.

"Kemungkinan jumlah pemudik tahun ini akan lebih dari tahun 2019. Karena tahun 2020 ada pelarangan mudik, sehingga ada kemungkinan pemudik memutuskan pulang kampung tahun ini," katanya, Kamis (18/03/2021).

Aris mengungkapkan pada lebaran 2019 lalu, Dishub Bantul mencatat ada sekitar 6.000 kendaraan yang masuk wilayah Bantul.

Para pemudik masuk melalui tiga pos, yaitu Druwo, Srandakan, dan Sedayu.

Baca juga: KPU DIY Gandeng Tribun Jogja Gelar Pelatihan Jurnalistik

Dengan demikian, ia menyebut akan ada lebih dari 6.000 kendaraan memasuki wilayah Bantul lebaran nanti. 

"Saat awal pandemi dan ada pelarangan mudik, jumlah pemudik turun drastis. Tahun 2020 kemarin hanya ada 2.000 kendaraan yang mudik. Tetapi karena tahun ini tidak dilarang, tentu akan melonjak. Prediksi kami lebih dari 6.000 kendaraan," ungkap dia.

Untuk antisipasi, pihaknya akan menerjunkan personel di tiap titik yang ada di akses jalan wisata dan lokasi yang berpotensi terjadinya kemacetan. (maw)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved