Breaking News:

Mahasiswa Jogja Suarakan Kritik Terkait Penanganan Sampah di TPST Piyungan Melalui Aksi Mural Art

Hal itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintah DIY yang hingga kini persoalan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/ MIFTAHUL HUDA
Beberapa rejama di Yogyakarta mulai membersihkan tembok di jembatan Kleringan untuk aksi mural, Selasa (16/3/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banyak cara untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah maupun lembaga lainnya.

Salah satunya aksi mural art yang dilakukan oleh sejumlah remaja di Kota Yogyakarta ini.

Mereka memanfaatkan tembok besar di sekitar jembatan Kleringan, Jalan Abu Bakar Ali, Yogyakarta untuk dijadikan tempat penyampaian aspirasi lewat seni mural.

Thomas Tatag selaku koordinator aksi mural tersebut menjelaskan, apa yang dilakukannya itu sebagai bentuk protesnya terhadap pemerintah DIY yang hingga kini persoalan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan belum terselesaikan.

"Ini bentuk keresahan kami terkait pengolahan sampah di TPST Piyungan. Selain itu ya ini sebagai betuk aspirasi kami lewat seni mural khas Jogja," jelasnya, kepada Tribunjogja.com, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: TPST Piyungan Tutup 2 Hari, 720 Ton Sampah Menumpuk di Kota Yogyakarta

Baca juga: DPRD DIY Minta Ada Alternatif Solusi TPST Piyungan, Tidak Hanya KPBU

Ia menambahkan, alasan memilih metode seni mural lantaran dirinya ingin memunculkan budaya baru dalam mengemukakan pendapat, di mana saat ini penyampaian aspirasi selalu disampaikan melalui aksi massa.

Selain itu, adanya aturan terkait pengendalian penyampaian pendapat juga menjadi salah satu alasannya memilih berorasi lewat seni mural tersebut.

"Kami ingin memunculkan budaya baru yang lebih Njogjani lah. Di mana budaya penyampaian pendapat lewat mural ini sudah terkikis," ungkap mahasiswa UGM itu.

Dalam aksinya kali ini, Thomas berkolaborasi dengan mahasiswa dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Sedikitnya ada 20 remaja yang mahir dibidang seni mural mulai mempersiapkan pengecatan tembok jembatan yang sering dilintasi kereta api tersebut.

Baca juga: Pemda DIY Minta Dirjen Cipta Karya Selesaikan Problem Pengelolaan Sampah TPST Piyungan

Baca juga: Antisipasi Sering Tutupnya TPST Piyungan, Pemkot Yogya Maksimalkan Peran Bank Sampah

"Ada sekitar 20 orang yang terlibat. Targetnya 18 Maret sudah selesai. Kami ambil konsep beberapa monumen di Jogja menjadi latar gambar, dan ada anak kecil yang menarik sebuah layar berupa sampah-sampah," ujarnya.

Aksinya tersebut termasuk legal, karena Thomas dan rekannya sudah mendapat izin dari pemerintah setempat untuk pembuatan seni mural.

"Jadi ini legal, bukan aksi vandalisme yang selama ini marak terjadi. Karena kami sudah ada izin dari pemerintah," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved